Beranda Teras Berita Sidang Korupsi Proyek Hambalang, Nazarudin: “Proyek Hambalang Itu Setingan Saya dan Anas!”

Sidang Korupsi Proyek Hambalang, Nazarudin: “Proyek Hambalang Itu Setingan Saya dan Anas!”

175
BERBAGI
Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng, Nazarudin dalam sidang tipikor kasus Proyek Hambalang, Selasa, 13 Mei 2014. (dok bisnis)

Bambang Satriaji/Teraslampung.com

JAKARTA – Muhammad Nazaruddin mengakui bahwa  dirinya dan mantan ketua umum Parta Demokrat Anas Urbaningrum yang menyeting Proyek Hambalang. Dia juga mengakui  bahwa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng selaku Menpora tak tahu soal itu.

Nazar mengatakan, bila Andi tahu tentang Proyek Hambalang merupakan proyeknya dengan Anas, tidak mungkin Andi Malarangeng akan menyetujuinya.

“Andi tidak tahu. Yang nyeting saya dengan bos saya ini. Kalau Andi tahu dia nggak bakal ngasih yang mulia,” kata Nazar di PN Tipikor, Jakarta, Selasa, (13/5).

Nazar mengungkapkan alasan Andi akan menolaknya proyek itu bila mengetahui itu adalah permainan Nazar dan Anas. Sebab, kata Nazar, Anas dan Andi adalahs seteru dalam pemilihan ketua umum Partai Demokrat di Bandung, Apalagi, kata Nazarudin, proyek itu diajuakan dan disetujui sebelum kongres Demokrat.
“Andi dan Anas bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Demokrat. Andi akan menolak, karena secara politik kan bos saya dan dia berseberangan. Saat itu baru mau kongres Demokrat,” kata Nazarudin.

Andi Malarangeng hanya tersenyum mendengar kesaksian Nazarudin. Sementara Anas Urbanigrum tampak santai dengan pandangan lurus ke depan.

Menurut Nazarudin, upaya untuk memenangkan Adhi Karya sebagai pemenang proyek Hambalang dilakukan sejak Juli 2009. “Uang mengalir untuk kongres Demokrat pada 2010, guna pemenangan Anas sebagai ketua umum,” kata Nazarudin.

Sementara itu, Anas Urbaningrum yang seolah tidak mau menjadi ‘bulan-bulanan’ mantan bawahannya di Partai Demokrat itu, mengatakan bahwa semua kesaksian yang sampaikan Nazaruddin dalam persidangan kasus Hambalang adalah bohong. Anas menegaskan adanya sutradara di balik kesaksian bendahara umum Partai Demokrat tersebut.

“Yang jelas, ada sutradara, kuat, dan tidak mungkin lemah,” kata Anas usai menjalani sidang kasus Hambalang dengan terdakwa Tubagus Muhammad Noor di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (13/5).

Menurut Anas, ada yang meminjam mulut Nazaruddin agar Nazaruddin mengatakan kebohongan baik di persidangan, pemeriksaan, maupun di depan media. Meski begitu, Anas tidak mau menyebutkan siapa sutradara yang dia maksud.

“Yang pasti dia orang sangat kuat di negeri ini. Enggak perlu saya perjelas, Anda sudah tau semua,” kata dia.

Loading...