Beranda News Nasional Sidang Paripurna DPR Ricuh, Setya Novanto Terpilih Sebagai Ketua DPR RI

Sidang Paripurna DPR Ricuh, Setya Novanto Terpilih Sebagai Ketua DPR RI

287
BERBAGI
Sidang paripurna DPR dengan agenda pemilihan ketua DPR berlansgung ricuh, Rabu tengah malam (1/10/2014).

JAKARTA, Teraslampung.com–Setya Novanto terpilih sebagai ketiua DPR RI periode 2014-2019. Dalam pemilihan pimpinan Dewan dengan sistem paket itu, Kamis dinihari (2/10/2014), Koalisi Merah Putih (KMP) menunjukkan ‘keperkasaanya’.

Dengan sistem pemilihan secara paket, bisa dipastikan seluruh pimpinan kelengkapan Dewan akan dikuasai parpol yang bergabung dalam KMP. Ini sekaligus memperkuat sinyalemen perebutan pimpinan Dewan menjadi ajang balas dendam KMP atas kekalahannya pada Pilpres 2014.

Setya Novanto lolos secara mulus karena diajukan enam fraksi, yakni Fraksi Partai Golkar (FPG), Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fraksi Partai Demokrat (FPD), Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP).

Empat wakil ketua yang juga dipilih satu paket dengan Setya Novanto otomatis juga direbut parpol KMP. Yakni Fadli Zon (FGerindra), Agus Hermanto (FPD), Taufik Kurniawan (FPAN) dan Fahri Hamzah (FPKS).

“Enam usulan dari fraksi namanya sama. Dengan demikian hanya ada satu paket, diajukan enam fraksi,” kata pimpinan DPR sementara Popong Otje Djundjunan, ketika memimpin paripurna, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/10) dini hari.

Sementara Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Fraksi Partai Nasdem, Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (FHanura) melakukan aksi walk out atau meninggalkan ruangan rapat.

Rapat Paripurna Pemilihan Pimpinan DPR 2014-2019 sempat beberapa kali diskors karena suasana jalannya rapat mendadak ricuh, akibat ulah  sejumlah anggota Dewan yang menghampiri meja pemimpin rapat dan memprotes tindakan pemimpin rapat.

Mereka memprotes pemimpin rapat yang dinilai banyak melakukan kesalahan di dalam memimpin rapat. Mereka tampak hendak memberi tahu cara yang benar kepada pemimpin rapat. Namum, mereka memberi tahu cara tersebut dengan berteriak-teriak serta menunjuk-nunjukkan jari ke arah Popong.

Popong terlihat cuek. Dia tidak menghiraukan protes sejumlah anggota Dewan. Sehingga membuat suasana rapat menjadi makin gaduh. Pasukan pengamanan Dewan sempat berupaya menyelamatkan Popong.

Bambang Satriaji