Beranda Hukum Kriminal Sidang Pembunuhhan-Mutilasi Anggota DPRD, Brigadir Medi Meneteskan Air Mata

Sidang Pembunuhhan-Mutilasi Anggota DPRD, Brigadir Medi Meneteskan Air Mata

613
BERBAGI
Terdakwa Brigadir Medi Andika

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Sidang lanjutan kasus mutilasi annggota DPRD Bandarlampung, M Pansor dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa Brigadir Medi Andika di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (7/3/2017). Dalam sidang tersebut, Medi sempat meneteskan air mata ketika majelis hakim, Yus Enidar mencecar berbagai pertanyaan kepada Medi.

BACA: Mayat Korban Mutilasi di OKU Timur Dipastikan Anggota DPRD Bandarlampung

Di persidangan Majelis hakim, Yus Enidar meminta terdakwa Medi, untuk maju ke meja majelis hakim dengan menunjukkan foto-foto potongan tubuh dan kepala anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor.

Setelah melihat photo tersebut, Yus Enidar kembali menanyakan kepada Medi, apakah terdakwa yang sudah memotong kepala Pansor. Medi tetap tidak mengaku, bahwa bukan dirinya yang sudah memotong tubuh dan kepala Pansor. Majelis hakim terus mencecar Medi, mengenai peristiwa mutilasi Pansor.

“Kenapa kamu Medi, kamu tertekan ya duduk disini (persidangan),”tanya Yus Enidar kepada Medi.

Lalu Medi pun menjawab, dirinya merasa tertekan karena duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa dalam kasus mutilasi Pansor. Taklama kemudian, Medi terlihat melepas kacamatanya dan mengusap kedua matanya yang mengeluarkan air mata.

Yus Enidar kembali menanyakan ke Medi, “Kenapa kamu menangis, apa kamu menyesal dan menyesalnya karena apa,”tanya Yus.

Baca: Kasus Mutilasi Pansor Ditangani Polda Sumsel

Terdakwa Medi menjawab pertanyaan majelis hakim, dan mengaku telah menyesal. Tapi Medi tidak mau mengungkapkan, maksud dari ucapan penyesalannya tersebut. Medi hanya duduk terdiam sembari menundukkan kepalanya di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Baca Perkembangan Lengkap Berita Kasus Ini di : Pembunuhan Anggota DPRD Bandarlampung

Loading...