Beranda News Pilpres 2019 Sidang Perdana Kasus Hoax, Ratna Sarumpaet tetap Dukung Prabowo

Sidang Perdana Kasus Hoax, Ratna Sarumpaet tetap Dukung Prabowo

524
BERBAGI
Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet mengacungkan dua jari sebelum sidang di PN Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2019 (Foto: detik.com)

TERASLAMPUNG.COM — Ratna Sarumpaet, terdakwa kasus penyebaran berita bohong, tidak bisa berpaling dari Prabowo. Ratna Sarumpaet tetap mendukung Prabowo sebagai calon presiden. Itu setidaknya tergambar saat sidang perdana kasus perdana perempuan dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Ratna Sarumpaet tampak  mengacungkan salam dua jari, khas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sebelum sidang.

Soal itu, Direktur Advokasi dan Hukum BPN Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pihaknya tidak bisa melarang Ratna untuk berekspresi.

“Soal ekspresi Bu Ratna saat memulai sidang ya kita kan nggak bisa melarang Bu Ratna untuk berekspresi seperti apa, apakah dia kemudian tersenyum kepada pengunjung, ucapkanlah ‘Assalamualaikum’, bahkan mengacungkan dua jari itu adalah hak dari Bu Ratna,” kata Sufmi Dasco Ahmad.

Sidang perdana Ratna Sarumpaet yang digelar hari ini dinyatakan terbuka untuk umum tapi tidak boleh disiarkan secara langsung. Dasco pun mengapresiasi keputusan tersebut.

“Kita apresiasi bahwa hakim menyatakan bahwa sidang walaupun terbuka, tetapi kemudian tidak harus dieksploitasi. Ada hak-hak liputan yang dipenuhi, tetapi juga ada pembatasan-pembatasan sesuai aturan. Dan ini juga untuk kelancaran persidangan agar hakim maupun terdakwa bisa menjalani sidang dengan tenang,” ujar Dasco.

Ratna Sarumpaet menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan hari ini. Dia didakwa membuat keonaran dengan menyebarkan hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut sebagai penganiayaan.

Kubu Prabowo-Sandiaga sempat memberi pembelaan dan meminta keadilan bagi Ratna. Namun belakangan, mereka mengaku telah dibohongi Ratna dan tidak lagi memberikan pembelaan. Ratna juga dicopot dari posisi juru kampanye nasional (jurkamnas) Prabowo-Sandiaga.

Atas perbuatannya, Ratna dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Sebelum sidang, Ratna tampak mengacungkan salam dua jari.

TL|detik.com|DBS