Hukum  

Sidang Putusan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Kades Rawa Selapan Ditunda

Mahasiswa

Kantor PN Kalianda
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN—Pengadilan Negeri (PN) Kalianda Kelas II Lampung Selatan, menunda sidang putusan kasus dugaan pelecehan seksual terdakwa Bagus Adi Pamungkas (BAP), oknum Kepala Desa (Kades) nonaktif Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Senin (20/6/2022) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Pantauan teraslampung.com,  ada sekitar 80 orang lebih keluarga dan kerabat korban RF yakni dari Desa Rawa Selapan dan Way Panji bersama warga Desa Rawa Selapan lainnya yang empati terhadap korban hadir di PN Kalianda.

Mereka berkumpul sembari menunggu sidang putusan dimulai di ruang tunggu sidang, mereka juga ada yang menunggu di dekat area parkiran PN Kalianda. Tampak pula Sunaryo, ayah korban RF hadir di PN Kalianda.

Kedatangan puluhan orang warga Desa Rawa Selapan dan kerabat korban dari Way Panji di Pengadilan Negeri (PN) Kalianda ini, yakni untuk memberikan support kepada ayah korban serta ingin mengetahui langsung sidang putusan dan berapa hukuman yang dijatuhkan .Majelis Hakim terhadap oknum Kades BAP tersebut.

Selain dari pihak korban, tampak terlihat juga beberapa orang dari pihak terdakwa BAP di PN Kalianda. Namun mereka ini, bukan warga Desa Rawa Selapan tetapi mahasiswa dari Bandarlampung.

Beberapa orang mahasiswa ini hadir di sidang putusan itu, lantaran kakak terdakwa oknum Kades BAP tersebut seorang dosen di salah satu perguruan negeri di Lampung.

Salah seorang warga Desa Rawa Selapan saat ditemui teraslampung.com ini mengatakan, kedatangannya di sidang putusan ini, karena ingin melihat langsung vonis hukuman yang bakal dijatuhkan Majelis Hakim kepada terdakwa oknum Kades BAP tersebut.

“Saya bersama puluhan orang warga Desa Selapan dan kerabat korban berharap, vonis hukuman yang diberikan kepada terdakwa BAP sesuai atau setimpal dengan perbuatan yang dilakukannya kepada korban,”ucapnya, Rabu (20/6/2022) siang.

Saat disinggung hadirnya beberapa orang mahasiswa tersebut, warga kembali mengatakan tidak mengetahui secara pasti. Tapi yang jelas, mereka (mahasiswa) ini bukanlah warga Desa Rawa Selapan.

“Mungkin mahasiswa ini datang, karena kakak terdakwa BAP ini kan dosen dan saya lihat ada kakaknya terdakwa,”kata dia. Keterangan itu, dibenarkan juga oleh beberapa warga Desa Rawa Selapan lainnya.

Hingga sore sekira pukul 15.00 WIB, sidang putusan yang digelar secara daring (online) di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kalianda Kelas II Lampung Selatan belum juga dimulai. Sementara berdasar jadwal sidang, mestinya diimulai sekira pukul 10.55 WIB.

Sekitar pukul 16.00 WIB, sidang putusan itu baru akan dimulai ruang utama PN Kalianda. Namun sidang putusan terdakwa BAP oknum Kades Rawa Selapan tersebut, batal digelar atau ditunda.

Informasi yang diterima teraslampung.com, ditundanya sidang putusan tersebut lantaran Majelis Hakim Fitra Renaldo berhalangan hadir.

Beberapa orang warga Desa Rawa Selapan dan kerabat korban, mencoba menanyakan terkait ditundanya sidang putusan tersebut kepada JPU Fransiska yang saat itu keluar dari ruang sidang dan hendak berlalu pergi dari PN Kalianda.

“Sidang putusannya hari ini ditunda, karena Majelis Hakim berhalangan hadir dan beliau sedang ada tugas atau dinas diluar,”kata JPU, Fransiska dihadapan beberapa orang warga Desa Rawa Selapan dan kerabat korban, Senin (20/6/2022) sore.

Dikatakannya, sidang putusan terdakwa BAP, diagendakan kembali pada Rabu (22/6/2022).

“Sidang putusannya, diagendakan Rabu besok ini,”kata dia sembari berlalu pergi.

Diketahui sebelumnya, sidang dakwaan kasus dugaan pelecehan seksual, terdakwa oknum Kades Rawa Selapan, Bagus Adi Pamungkas (BAP) didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) tiga dakwaan pasal alternatif. Pertama Pasal 289 KUHP, alternatif kedua Pasal 285 KUHP dan alternatif ketiga Pasal 294 ayat (2) ke-1 KUHP.

Kemudian pada sidang tuntutan, terdakwa BAP dituntut dengan dakwaan alternatif ketiga yakni Pasal 294 ayat (2) ke-1 KUHP tentang tindak pidana pelecehan seksual.

JPU menuntut terdakwa BAP 4 tahun pidana penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dan membebankan terdakwa membayar restitusi sebesar Rp.37,6 juta.

Diberitakan sebelumnya, oknum Kepala Desa (Kades) Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro berinisial BAP, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban RF (20) yang taklain staf desanya. Perbuatan bejat itu, diduga dilakukan terduga pelaku lebih dari lima kali di Kantor Desa dan di mobil ambulan desa.

Mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual tersebut, setelah korban RF menceritakan kejadian yang dialaminya ke kerabatnya.

Selanjutnya, korban RF dan keluarganya serta didampingi Lembaga advokasi perempuan DAMAR Lampung, melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual itu ke Polda Lampung 31 Maret 2021. Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi No : LP/B-540/III/2021/ SPKT Polda Lampung.

Dalam laporannya, korban RF melaporkan tentang peristiwa pidana UU No. 1 Tahun 1946 KUHP Pasal 289 KUHP. Selain itu, dari bulan Juli 2020 hingga Februari 2021, korban diduga mengalami tindakan pelecehan seksual yang dilakukan terlapor di Kantor Desa Rawa Selapan dan mobil ambulan desa.

Dalam perkara itu, oknum Kades Rawa Selapan BAP ditetapkan sebagai tersangka karena telah memenuhi unsur dua alat bukti. Penetapan tersangka, berdasarkan dari hasil perkembangan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan penyidik Subdit IV Remaja, anak dan wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung pada tanggal 28 Oktober 2021.

Oknum Kades Rawa Selapan tersebut, terbukti melanggar Pasal 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman kekerasan dan Pasal 294 ayat (2) KUHP tentang pencabulan ditempat kerja, dengan ancaman hukuman pidana penjara masing-masing maksimal 9 tahun dan 7 tahun.

Selanjutnya, berkas perkara kasus pelecehan seksual tersangka oknum Kades Rawa Selapan ini dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, pada Jumat (11/2/202).

Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan, pada Kamis (17/2/2022). Tersangka oknum Kades Bagus Adi Pamungkas, resmi ditahan dan dititipkan di Rutan Mapolres Lampung Selatan.

Pelimpahan Tahap II tersebut, sebelumnya akan dilakukan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Karena locusnya berada di Lampung Selatan, pelimpahan Tahap II dilakukan di Kejari Lampung Selatan.