Beranda Hukum Korupsi Sidang Zainudin Hasan, Anggota Dewan Ini Dapat Proyek karena Dekati Agus BN

Sidang Zainudin Hasan, Anggota Dewan Ini Dapat Proyek karena Dekati Agus BN

560
BERBAGI
Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin, 4 Maret 2019.

TERASLAMPUNG.COM — Sama-sama menjadi pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) membuat anggota DPRD Bandarlampung,Wahyu Lesmono, mendapatkan proyek di Lampung Selatan saat Zainudin Hasan menjabat Bupati Lampung Selatan (Lamsel).

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus fee Proyek Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan dengan terdakwa Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan,  di Peradilan Tipikor PN Tanjungkarang, Senin (4/3/2019).

Wahyu Lesmono yang hadir sebagai saksi mengaku ia bisa mendapatkan proyek di Lamsel karena mendekati Agus Bhakti Nugroho (Agus BN).

Selain anggota DPRD Bandarlampung, Wahyu Lesmono adalah Ketua PAN Bandarlampung. Sedangkan Zainudin Hasan selain menjabat Bupati Lamsel juga menjadi Ketua PAN Lampung. Agus BN juga salah satu pengurus PAN Lampung sekaligus anggota DPRD Lampung yang dikenal menjadi orang kepercayaan Zainudin Hasan.

Saat ditanya jaksa KPK, Ariawan, kenapa sebagai anggota Dewan kok bisa mendapatkan proyek di Lampung Selatan, Wahyu hanya diam.

Lalu jaksa mengulangi pertanyaan.

“Kenapa Anda sebagai anggota Dewan di Bandarlampung kok bisa mendapatkan proyek di Lampung Selatan?” tanya jaksa Ariawan.

“Karena saya mendekati Agus BN,” jawab Wahyu Lesmono.

Selain mendapatkan proyek di Lamsel karena mendekati Agus BN, di persidangan juga terungkap bahwa Wahyu Lesmono bisa mendapatkan proyek di Lamsel dengan  meminjam perusahaan orang lain.

Selain Wahyu Lesmono, hari ini jaksa juga memeriksa tiga saksi lain. Yaitu Andi Ong (sales supervisor PT Cakrawala Otomotif Brabasan),Ari Gunawan (kontraktor), dan Iskandar Rafiza (pedagang dan pemborong alat rumah tangga).

Saat jaksa bertanya mengapa saksi Iskandar yang berprofesi sebagai pedagang di Jakarta bisa mendapatkan proyek konstruksi di Lamsel,  Iskandar hanya diam.

Ketika Ketua Majelis Hakim,Mien Trisnawaty mengingatkan bahwa sebagai saksi Iskandar sudah disumpah dan seharusnya tidak menjawab berbelit-belit, akhirnya Iskandar tidak bisa mengelak untuk menjawab.

Saksi Iskandar yang ber-KTP Jakarta mengaku bisa mendapatkan proyek di Lamsel karena punya hubungan sejarah dengan Zainudin Hasan. Ia mengaku secara historis dulunya adalah tim sukses saat Zainudin Hasan mengikuti pemilihan bupati di Lamsel.

Sementara saksi Andi Ong mengatakan bahwa Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan telah membeli mobil mewah Mercedes Benz CLA 200 AMG B-786-JSC seharga Rp 776 juta.

Pembelian mobil mewah itu menggunakan nama istrinya untuk nama kepemilikan.

Usai persidangan, kepada para wartawan jaksa Ariawan mengatakan bahwa saksi Ari Gunawan, Iskandar Rafiza, dan Wahyu Lesmono tidak termasuk saksi dalam BAP. Meskipun begitu, kata dia, keterangan ketiganya diperlukan untuk pendalaman kasus fee proyek di Dinas PUPR Lamsel untuk terdakwa Zainudin Hasan.

“Ketiga saksi ini adalah dalam konteks pendalaman, karena berdasarkan fakta persidangan , kami memperoleh fakta ketiganya memperoleh proyek dari dinas PUPR Lamsel dan ada pemberian uang fee melalui Anjar Asmara dan Syahroni,”kata Jaksa Ariawan.

“Ini menjadi tanda tanya, bagaiamana bisa seorang dewan yang tidak memiliki kompetensi dalam bidang pekerjaan proyek tetapi yang bersangkutan bisa dapat proyek di Lamsel. Apa yang mendasari ini? Itulah yang kami dalami,” katanya.

Mas Alina Arifin

Loading...