Beranda Views Suara Publik Sikap Seknas Jokowi Lampung Terkait Terorisme di Mako Brimob dan Jatim

Sikap Seknas Jokowi Lampung Terkait Terorisme di Mako Brimob dan Jatim

247
BERBAGI

Indonesia kembali berduka karena tindakan teroris yang biadab dan tidak berperikemanusiaan. Kerusuhan yang dilakukan oleh tahanan teroris di Mako Brimob, Depok dan pengeboman yang dilakukan dibeberapa tempat di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dari anggota kepolisian, anggota masyarakat dan anak-anak yang tidak berdosa.

Pengeboman ini dilakukan di luar batas kemanusiaan kita, dimana merka melibatkan anak-anak yang tidak berdosa. Masa tumbuh kembang dan kebahagiaan anak-anak mereka renggut dan dijadikan tumbal kejahatan yang dilakukan oleh orangtuanya.
Bagi DPW Seknas Jokowi Lampung, tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kedukaan kami atas semua peristiwa ini dan jatuhnya korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya.

Duka yang mendalam dan doa tulus kami panjatkan, semoga korban yang meninggal diterima ditembat yang terbaik disisiNYA, dan keluarga yang ditinggal diberi keikhlasan dan ketabahan. Kepada korban luka, semoga dapat ditolong dan dapat segera sehat kembali.

Untuk menghadapi kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh para teroris ini, Seknas Jokowi Lampung menyatakan:
1. Mengutuk keras tindakan biadab yang dilakukan kelompok teroris di Mako Brimob, Surabaya dan Sidoarjo;
2. Mendukung sepenuhnya tindakan tegas aparat keamanan dalam menindak kejahatan terorisme dan memberi perlindungan kepada masyarakat;
3. Mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme yang menggunakan cara-cara kekerasan untuk memaksakan kehendak dan keyakinannya;
4. Meminta kepada seluruh sekolah-sekolah dan kampus-kampus untuk tidak mengajarkan dan atau memberi ruang kepada kelompok-kelompok faham radikalisme yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa Indonesia tentang toleransi dan keberagaman. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan harus melakukan pengawasan secara ketat terhadap hal ini;
5. Pemerintah memberikan santunan kepada keluarga korban dan memberikan konseling untuk memulihkan korban dan keluarganya dari rasa trauma;
6. Pemerintah menanggung seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban luka, baik secara fisik maupun psikisnya;
7. Pemerintah memberikan bantuan kemandirian ekonomi bagi keluarga korban yang kehilangan pencari nafkah utamanya;
8. Polisi tidak perlu ragu melakukan tindakan tegas kepada pelaku teroris, karena dapat mendasarkan pada kepentingan dan demi kemanan nasional, serta keselamatan publik dengan mempertimbangkan standar keperluan (necessity standard), proporsionalitas (proporsionality), dan tujuan yang sah (legitimate aim).
9. DPR-RI harus segera menyelesaikan dan mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Demikan pernyataan sikap ini kami sampaikan, dengan teriring doa bagi petugas keamanan agar diberikan kekuatan untuk segera dapat mengatasi situasi keamanan dari segala bentuk teror.

Salam damai

Ketua Seknas Jokowi Lampung

Siti Noor Laila