Beranda Teras Berita Simpan Ganja, Mahasiswa Unila Ditangkap Polisi

Simpan Ganja, Mahasiswa Unila Ditangkap Polisi

342
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com


Kasat Reserse Narkoba AKP Yustam Dwi Heno dan dan Kasubbag Humas Polresta Bandarlampung AKP Titin Maezunah menunjukkan barang bukti daun ganja milik tersangka MSM. (Teraslampung.com/Zaenal). 

BANDAR LAMPUNG – Karena menyimpan ganja, MSM (24), mahasiswa FISIP Universitas Lampung, ditangkap jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung di tempat indekosnya di Perumnas Way Halim Bandalampung, Minggu (24/8).

Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, AKP Yustam Dwi Heno, mengungkapkan penangkapan mahasiswa semester X tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat, Minggu (24/8) sekitar pukul 02.00WIB, bahwa ada sebuah rumah kos di daerah perumnas, Wayhalim sering dijadikan tempat transaksi narkoba

“Petugas langsung melakukan penyelidikan dan menggerebek rumah kos tersebut, petugas langsung mengamankan tersangka Satria yang merupakan seorang mahasiswa Unila,” kata Yustam kepada wartawan, Senin (25/8).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa satu plastik putih berisi daun ganja kering, satu plastik bening besar berisi daun ganja kering, 9 paket hemat ganja yang disimpan dalam dompet, dua buah HP,  dan satu lembar uang pecahan sebesar Rp100 ribu hasil penjualan dua paket hemat ganja.

“Jumlah barang bukti daun ganja yang kami amankan seberat 175 gram,” kata Yustam.

Yustam menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap tersangka Satria, barang haram tersebut didapat tersangka dengan cara membeli dari YG (DPO) di lapangan PKOR Wayhalim, Bandarlampung sebanyak satu paket besar atau 1/2 kilogram.

“Ganja yang dibelinya itu, kemudian dengan tersangka dibagi menjadi dua paket hemat dan rencananya akan dijual kembali kepada temannya baik itu teman kumpul dan mahasiswa yang sudah memesan kepada tersangka. Sebagian sudah terjual sebanyak 11 paket kecil,” jelasnya.

Yustam menambahkan, kini tersangka berikut barang buktinya telah diamankan di Mapolresta Bandarlampung guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kasus ini masih kami kembangkan.Saat diperiksa  tersangka mengaku mengedarkan barang haram itu selain di dalam kampus tersangka juga mengedarkannya di luar kampus,” imbuhnya.

Menurut Yustam, tersangka akan dijerat  dengan pasal 114 ayat 1 dan pasal 111 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun.

Kepada wartawan, tersangka mengaku tidak mengetahui bahwa barang yang dititipkan temannya tersebut adalah ganja.

“Barang tu bukan punya saya, tetapi punya teman saya. Saya juga tidak tahu kalau yang dititipkan itu ganja,” kilahnya.

Loading...