Beranda Hukum Narkoba Simpan Sabu senilai Rp 2,4 Miliar, Wanita asal Riau Ditangkap Polda Lampung

Simpan Sabu senilai Rp 2,4 Miliar, Wanita asal Riau Ditangkap Polda Lampung

588
BERBAGI
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Shobarmen saat mengintrogasi tersangka Nia Apriani (23), seorang kurir yang membawa paket sabu seberat 2,015 gram dengan cara dimasukkan ke dalam bungkus snack merk Qtella dan Happy Tos.
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Shobarmen saat mengintrogasi tersangka Nia Apriani (23), seorang kurir yang membawa paket sabu seberat 2,015 gram dengan cara dimasukkan ke dalam bungkus snack merk Qtella dan Happy Tos.

Zainal Asikin I Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Nia Apriani (23), warga Riau, ditangkap petugas Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung karena membawa paket sabu-sabu seberat 2,015 gram senilai Rp 2,4 Miliar yang disimpan didalam bungkus makanan ringan Qtela dan Happy Tos. Polisi menangkap tersangka di depan parkiran Rabobank di Jalan Kartini, Bandarlampung, pada Kamis 20 September 2018 lalu sekitar pukul 09.00 WIB.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Shobarmen mengatakan, tersangka Nia Apriani yang merupakan warga Jalan Alhamra, Kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau ini, berhasil ditangkap petugas Subdit II Ditresnarkoba Polda Lampung karena membawa paket sabu-sabu seberat 2,015 gram senilai Rp 2,4 miliar dari Riau menuju Bandarlampung.

“Tersangka ditangkap pada Kamis pagi 20 September 2018 lalu sekitar pukul 09.00 WIB, saat berada depan parkiran Rabobank di Jalan Kartini, Bandarlampung. Sabu seberat 2,015 gram yang disita dari tersangka, disimpan didalam bungkus snack merk Qtela dan Happy Tos,”ujarnya, Rabu 26 September 2018.

Menurutnya, pembawa paket sabu tersebut, sebenarnya ada dua orang perempuan. Tapi satu orang pelaku yang sudah diketahui identitasnya, berhasil kabur dan saat ini masih dalam pengejaran petugas.

“Jadi kedua pelaku ini berbagi tugas, satu pelaku memantau dari kejahuan dan satunya lagi yakni Nia ini yang akan mengantarkan barang haram (sabu) tersebut,”ungkapnya.

Kombes Pol Shobarmen mengutarakankan, kronologi penangkapan tersangka Nia ini, bermula dari adanya informasi yang didapat petugas bahwa adanya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 500 gram di wilayah Bandarlampung.

Dari informasi itu, petugas melakukan penyelidikan di lapangan. Alhasil, anggota mendapati ciri-ciri dari tersangka dan langsung melakukan penyamaran dengan berpura-pura menjadi pembeli barang haram tersebut. Menurutnya, anggota melakukan penyamaran itu selama satu minggu.

“Jadi tersangka Nia ini diikuti oleh anggota sejak turun dari kendaraan bus di Terminal Rajabasa, lalu naik angkutan umum menuju ke Jalan Radin Intan. Begitu tersangka jalan dan tiba di parkiran ruko depan Rabobank di Jalan Kartini langsung ditangkap,”bebernya.

Saat dilakukan penggeledahan, kata mantan Kepala SPN Kemiling Polda Lampung ini, dari bungkus kantong plastik yang dibawa tersangka, berisi dua bungkus makanan ringan merk Qtela dan Happy Tos yang didalamnya terdapat 20 bungkus plastik klip besar sabu-sabu.

“Paket sabu-sabu yang disita ini berasal dari Riau, tersangka memilih memasukkan sabu-sabu itu ke dalam bungkus snack hanya untuk mengelabui petugas,”terangnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih mengembangkan kasusnya, yakni melakukan pengejaran para pelaku lainnya baik pemasok dan penerimanya. Selain itu juga, rekan dari tersangka saat mengantar paket besar sabu-sabu tersebut.

“Pasal yang disangkakan terhadap tersangka, Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika,”pungkasnya.

Sementara tersangka Nia mengaku, bahwa dirinya baru satu bulan menjadi kurir dan selama itu juga, dirinya sudah dua kali mengantarkan paket sabu-sabu dari Riau menuju Lampung. Masing-masing sabu-sabu yang dibawanya itu, seberat 2 Kg atau 2,015 gram.

“Sudah dua kali saya bawa sabu-sabu ke Lampung, dan ini yang kedua kalinya hingga akhisnya saya ditangkap,”ucapnya saat dihadapan petugas dan awak media saat di Mako Ditresnarkoba Polda Lampung.

Menurut wanita yang masih lajang dan tomboi ini, bahwa dalam setiap pengiriman paket barang haram tersebut, ia mendapat upah dari orang yang menyuruhnya (pemasok) sebesar Rp 20 juta.

“Pertama saya dikasih upah Rp 20 juta, tapi itu belum termasuk akomodasi. Untuk yang kedua ini, hanya baru dikasih untuk ongkos saja. Tapi setelah barang (sabu) ini sampai, baru upahnya akan ditransfer,”ungkapnya.

Loading...