Beranda News Anakidah Anggota Sindikat Bisnis Orok Pelajar Diringkus Saat Gelar Ritual untuk Dapatkan Pesugihan

Anggota Sindikat Bisnis Orok Pelajar Diringkus Saat Gelar Ritual untuk Dapatkan Pesugihan

396
BERBAGI
RR (kiri), pelajar SMK di Bandarlampung yang hendak menggugurkan kandungan hasil hubungaannya dengan pacarnya, menutupi wajah dengan dua tangan saat ekspos kasus di Polda Lampung, Selasa (22/3/2016).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, petugas menangkap ketujuh tersangka sindikat penjualan orok yang akan dijadikan tumbal pesugihan, saat para tersangka sedang menggelar ritual di sebuah rumah di daerah Grobogan, Jawa Tengah.

Ferdyan mengutarakan, terungkapnya sindikat penjualan orok ini, berawal dari laporan orang tua korban, Hamdi yang kehilangan anak perempuannya yang sudah lima hari tidak pulang kerumah. Laporan itu, disampaikan Hamdi ke Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin saat berkantor diluar di Bambu Kuning Square (BKS) beberapa waktu lalu.

“Atas laporan itu, Kapolda langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan selama empat hari, korban dapat diketahui keberadaannya berada di Jawa Tengah,”kata Ferdyan, Selasa (22/3/2016).

Saat itu juga, kata Ferdyan, petugas melakukan penyelidikan ke Jawa Tengah dan mendeteksi keberadaan korban RR dibawa oleh sindikat jual beli orok yang akan dijadikan sebagai tumbal pesugihan.

“Ketujuh tersangka sindikat ini, kami tangkap saat sedang ritual pesugihan di sebuah rumah di daerah Grobogan, Jawa Tengah,”terangnya.

D itempat itu, selain menangkap ke tujuh tersangka, pihaknya menemukan korban RR. Tapi kandungan korban, belum sempat di gugurkan oleh para sindikat tersebut.

“Selain korban RR, kami juga menemukan korban lain yakni remaja asal Pandeglang, Banten yang dibawa para tersangka akan menggugurkan kandungannya,”ungkapnya.