Sindikat Penjualan Orok Incar Remaja dan Pelajar yang Ingin Gugurkan Kandungan

RR (kiri), pelajar SMK di Bandarlampung yang hendak menggugurkan kandungan hasil hubungaannya dengan pacarnya, menutupi wajah dengan dua tangan saat ekspos kasus di Polda Lampung, Selasa (22/3/2016).
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengutarakan, modus dari sindikat penjualan orok yang akan dijadikan tumbal pesugihan ini, mengincar para korbannya remaja putri dan pelajar. Dalam menjalankan aksinya, para tersangka
memiliki perannya masing-masing. Ada yang bertugas mencari korban yang ingin menggugurkan kandungannya.

“Para tersangka sindikat penjualan orok ini, mencari anak remaja atau pelajar yang sedang hamil muda diluar nikah yang ingin menggugurkan kandungannya,”kata Ferdyan, Selasa (22/3/2016).

Selanjutnya, setelah korbannya terkumpul dari berbagai daerah, seperti dari Bandarlampung dan Pandeglang, Banten. Tersangka yang bertugas sebagai penghubung dan kordinator, menampung dan mengantar korban ke tempat sang dukun di daerah Grobogan, Jawa Tengah.


BACA: Sindikat Penjualan Orok Pelajar Diringkus Polda Lampung di Jateng

“Sampai saat ini, baru ada dua korban dan keduanya masih berstatus pelajar. Satu korban asal Bandarlampung, dan satu korbannya lagi asal Pandeglang, Banten,”ujarnya.

Menurutnya, untuk mengenai ada atau tidaknya korban lain, pihaknya masih mendalaminya kasusnya untuk dikembangkan. Selain tujuh tersangka yang sudah diamankan, masih ada tiga tersangka lain yang saat ini masih buron (DPO).

Petugas Subdit IV remaja anak dan wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, meringkus sindikat pelaku jual beli orok pelajar yang dijadikan tumbal pesugihan. Polisi menangkap tujuh tersangka, di daerah Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin lalu (14/3/2016).