Beranda Seni Puisi Singapura Lebih Memilih Thailand Jadi Tuan Rumah PPN VIII

Singapura Lebih Memilih Thailand Jadi Tuan Rumah PPN VIII

150
BERBAGI

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung,com

SINGAPURA–Para penyair Singapura lebih memilih Thailand Selatan menjadi tuan rumah Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) VIII tahun depan.

Penyair Singapura  yang juga Ketua Pelaksana PPN VII Singapura, 29-31 Agustus 2014,  Djamal Tukiman, mengatakan Thailand lebih layak menjadi tuan rumah PPN VIII karena hanya negara itu yang belum menerima giliran penyelenggaraan PPN yang digagas pertama kali di Medan ini.

“Indonesia sudah berkali-kali, tinggal Thailand sebagai peserta PPN yang belum mendapat giliran,” kata Djamal Tukiman di sela-sela jamuan makan malam usai pembukaan PPN VII, Jumat (29/8) malam.

Dikatakan Djamal Tukiman, sebagai pengguna bahasa dan sastra Melayu yang minoritas di sana makan berpeluang bagi sastrawan setempat memperjuangkan jati diri orang Melayu.

“Melayu mesti ditinggikan agak marwahnya dicatat dan tak lapuk oleh zaman,” katanya lagi.

Karena itu, menurut sastrawan Singapura Angkatan 50 ini, saatnya para sastrawan Thailand dapat memperjuangkan PPN bisa dilaksanakan di sana. ‘Inilah saatnya jika ingin memasyarakatkan bahasa-sastra Melayu,” ujarnya.

Menyinggung dua provinsi di Indonesia yang telah siap menjadi tuan rumah jika dimandatkan forum PPN VII Singapura, Djamal tidak kaget. Pasalnya, Indonesia lebih mudah menggelar acara sastra karena Indonesia memiliki banyak sastrawan kuat.

“Selain itu untuk mengadakan acara sastra seperti PPN VII tidak akan mengalami kesulitan,” katanya lagi.

Dua provinsi yang dicalonkan menjadi tuan rumah PPN VII  adalah Lampung dan Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Tarmizi Rumahitam dan Husnizalr Hood, jika beriri mandat Provinsi Kepulauan Riau siap.

“Bahkan pemerintah telah menganggarkan Rp1,5 m untuk perhelatan PPN VIII pada 2015. Kami siap jadi tuan rumah,” ujar Husnizar Hood kepada panitia.

Sementara Lampung, seperti dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lampung Herlina Warganegara, hanya berani menerima mandat PPN IX/2016.

“Tapi akan saya coba tawarkan ke Gubernur, jika forum sudah menetapkan,” kata dia.

Meski begitu, kata  Herlina, pelimpahan mandat akan coba dia lakukan dengan b beraudiensi dengan Gubernur Lampung. “Kemungkinan besar digelar pada tahun 2016. Itulah wakru yang paling aman,” kata dia.

Loading...