Beranda Hukum Narkoba Sipir Lapas Kalianda Ditangkap BNNP, Ini Tanggapan Kanwil Kemenkum-HAM Lampung

Sipir Lapas Kalianda Ditangkap BNNP, Ini Tanggapan Kanwil Kemenkum-HAM Lampung

348
BERBAGI
Kasubag Pelaporan Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkum-HAM Lampung, Erwin Setiawan Yunianto
Kasubag Pelaporan Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkum-HAM Lampung, Erwin Setiawan Yunianto

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Oknum sipir Lapas Kalianda, Lampung Selatan, Rechal Oksa Hariz,  ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung bersama ketiga tersangka lainnya, Minggu 6 Mei 2018 sekitar pukul 12.30 WIB.

Sipir itu ditangkap karena diduga kuat terlibat bisnis narkoba yang dikendaikan dari Lapas Kalianda oleh seorang napi dan melibatkan dua oknum polisi yang bertugas di Kabupaten Lampung Selatan.

Terkait penangkapan tersebut, pihak Kanwil Kemenkum-HAM Lampung mengaku belum menerima surat dari BNNP mengenai tertangkapnya oknum sipir terlibat peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 5 kg dan ekstasi sebanyak 5.100 butir.

Hal tersebut diungkapkan Kasubag Pelaporan Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkum-HAM Lampung, Erwin Setiawan Yunianto saat ditemui di kantornya, Selasa 8 Mei 2018.

“Sampai saat ini kami masih menunggu, karena pihak BNNP belum memberikan surat penangkapan salah satu oknum pegawai Sipir kita yang bertugas di Lapas Kalianda, Lampung Selatan,”ungkapnya.

Dikatakannya, jika memang perlu dilakukan penindakan hukum oleh pihak BNNP Lampung, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak BNNP. Menurutnya, karena hal tersebut menyangkut masalah pidana.

“Kalau dari pihak kami, urusannya hanya masalah administrasi saja. Yang jelas, kami menunggu hasilnya seperti apa dan sejauh mana keterlibatannya. Kalau memang benar terbukti, maka ada sanksinya,  berupa pemecatan,”katanya.

Erwin menegaskan, jika dalam kasus peredaran gelap narkoba tersebut ada keterlibatan pihak-pihak lainnya, pihaknya mempersilakan BNNP Lampung untuk menyelidikinya.

“Pada prinsipnya, kami selalu melakukan pembinaan terhadap seluruh sipir agar tidak terlibat dalam tindak pidana,termasuk pidana narkoba,”jelasnya.

Menurut Erwin, terhitung sejak tahun 2012 lalu, ada sekitar 10 oknum sipir yang dipecat. Para sipir  tersebut, kata dia, tidak hanya terlibat kasus perdaran narkoba,tetapi juga berbagai kasus lainnya.

Sebelumnya Teraslampung memberitakan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, menangkap empat tersangka jaringan besar bandar narkoba saat akan bertransaksi narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi di Home Stay Green Lubuk Jalan Raya Lintas Sumatera, Lampung Selatan, Minggu 6 Mei 2018 sekitar pukul 12.30 WIB.

BACA: BNNP Lampung Tembak Mati Pengedar Narkoba, Oknum Polisi- Sipir-Mantan Anggota Polisi Juga Ditembak

Empat tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Hendri Winata (28) sebagai bandar narkoba warga Dusun I Marga Agung, Lampung Selatan, Brigadir Adi Setiawan (36) oknum anggota polisi Polres Lampung Selatan, Rechal Oksa Hariz oknum Sipir Lapas Kalianda dan Marzuli YS (38) seorang napi yang merupakan pecatan anggota polisi terkait kasus serupa (narkoba).

Dalam penangkapan itu, petugas BNNP Lampung melumpuhkan para tersangka dengan tembakan di kaki. Sementara Satu orang tersangka, Hendri Winata (pengedar dan juga kurir) tewas saat dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara, Bandarlampung.

Dari penangkapan keempat tersangka, petugas menyita barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 5 kilogram yang sudah dipecah menjadi beberapa paket, lalu 5.100 butir pil ekstasi. Selain itu juga, disita uang tunai hasil penjualan narkoba sebesar Rp 49,5 juta, dua unit mobil, dua unit sepeda motor, satu buah timbangan digital, puluhan unit ponsel serta barang bukti lainnya.