Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Siswa SMKN 2 Kalianda Kembali Berunjukrasa

Siswa SMKN 2 Kalianda Kembali Berunjukrasa

234
BERBAGI

Iwan J Sastra/Teraslampung.com



KALIANDA – Merasa tidak puas dengan keputusan yang diberikan oleh pihak sekolah terkait dinaikannya biaya Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP). Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kalianda, Kamis (4/9) pagi tadi, kembali menggelar aksi unjukrasa di halaman sekolah setempat.
 
Pantauan Teraslampung.com di lapangan, aksi unjukrasa yang dilakukan oleh ratusan siswa SMKN 2 Kalianda tersebut, mendapat pengawalan ketat dari anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kalianda dan Polres Lampung Selatan.
 
Dalam orasi yang terungkap, para siswa sekolah kejuruan itu, tetap keukeh meminta pihak sekolah agar menurunkan kembali besaran biaya SPP yang dinaikan. Pasalnya, kenaikan biaya SPP tersebut dinilai terlampau tinggi dan memberatkan bagi orang tua siswa.
 
Selang beberapa menit melakukan aksinya, pihak sekolah akhirnya memanggil sejumlah perwakilan siswa SMKN 2 Kalianda, untuk diajak bermusyawarah membahas persoalan tersebut, dalam satu ruangan di sekolah setempat.
 
Nampak hadir dalam musyawarah  yang digelar, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamsel Drs. H. Burhanuddin, MM, Kepala SMKN 2 Kalianda Elita Sari, Kapolsek Kalianda AKP Marwan dan Kasat Intelkam Polres Lamsel AKP Faizal R. Harahap.
 
Pada kesempatan itu, Kadisdik Burhanuddin meminta kepada pihak Komite Sekolah, untuk segera menggelar rapat dengan para orang tua siswa, agar persoalannya tidak semakin melebar yang akan berdampak terhambatnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMKN 2 Kalianda.
 
Meski demikian, Iapun mengatakan bahwa besaran biaya SPP itu tidak mesti harus sama dengan tahun ajaran sebelumnya. Sebab menurutnya, berbagai kebutuhan guna menunjang pendidikan di sekolah setempat pada tahun ajaran yang baru, tentunya akan bertambah.

“Apalagi ditahun ajaran baru ini sudah mulai diberlakukannya Kurikulum 13 yang membutuhkan perangkat multi media, khususnya untuk jaringan internet. Namun yang jelas, kami selaku dinas yang membidangi masalah pendidikan di kabupaten ini (Lamsel, red), akan memberikan rambu-rambu terkait penarikan biaya SPP. Ya jangan terlalu tinggilah, maksimal besarannya Rp125 ribu perbulan,” ujar Mantan Kepala Disdukcapil Lamsel ini.
 
Diungkapkannya, kehadiran Disdik Lamsel ke SMKN 2 Kalianda, untuk membantu memediasi agar persoalaan yang muncul bisa cepat terselesaikan. Tujuannya tidak lain, agar para siswa bisa kembali melaksanakan kegiatan belajar dikelasnya masing-masing.
 
“Kalau persoalannya tidak selesai-selesai, kasihan dengan para siswa disekolah ini. Dan pastinya yang rugi juga mereka sendiri (siswa, red), karena proses belajarnya terhambat,” terangnya.
 
Oleh karena itu, pihaknya akan menunggu dalam satu minnggu ini untuk menerima laporan hasil rapat pengurus komite dengan para orang tua siswa. “Mudah-mudahan dalam rapat itu nanti bisa membuahkan hasil yang dapat diterima oleh masing-masing pihak, baik itu sekolah maupun para orang tua siswa,” katanya.

Loading...