Beranda Hukum Narkoba Sita 1.300 Pil Ekstasi, BNN Lampung Tembak Tiga Anggota Jaringan Pengedar Narkoba

Sita 1.300 Pil Ekstasi, BNN Lampung Tembak Tiga Anggota Jaringan Pengedar Narkoba

1567
BERBAGI
Tersangka Sofian (52 tahun)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Genderang perang terus ditabuh khususnya terhadap para pelaku jaringan pengedar narkoba di Lampung, sebelumnya Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung mengungkap peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 6 kilogram senilai Rp 10,8 miliar lebih yang disita dari empat tersangka jaringan pengedar yang dikendalikan oleh Napi penghuni Lapas di Lampung.

Kali ini, BNNP Lampung kembali mengungkap peredaran narkotika jenis esktasi sebanyak 1.300 butir yang disita dari tiga tersangka Sofian (52), warga Perum Bukit bakung Indah, Telukbetung; Indra Wahyudin (40), warga Jalan sinar Semedor, Tanjung senang dan Kukuh Handayani (40), warga Jalan Sasonoloyo, Gunung Sula, Bandarlampung.

Dalam penangkapan itu, petugas memberikan tindakan tegas melumpuhkan ketiganya dengan timah panas di kaki karena berusaha melarikan diri. Ketiga tersangka, ditangkap di lokasi berbeda, pada Kamis 12 April 2018.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga mengatakan, pengungkapan terhadap para jaringan pengedar narkoba akan terus dilakukan, bahkan sampai ke lubang semut pun akan terus dicari. Selain itu juga, pihaknya tidak akan memberikan ampun dan ruang terhadap para pelaku jaringan pengedar narkoba tersebut.

1.200 butir ekstasi disita BNN Lampung sebagai barang bukti
1.300 butir ekstasi disita BNN Lampung sebagai barang bukti

“Kalau sebelumnya kami mengungkap 6 kilogram sabu-sabu dari empat tersangka, dan kali ini kami mengungkap pengiriman 1.300 butir pil ekstasi yang disita dari tiga tersangka Sofian, Indra dan Koko. Jadi saya tegaskan, kami (BNNP) akan cari dan kejar terus para pelaku meski sembunyi ke lubang semut pun tetap akan saya cari,”ujarnya, Sabtu 14 April 2018.

Tagam mengungkapkan, ribuan butir pil ekstasi yang disita tersebut, awalnya dibawa oleh dua orang kurir bernama Sofian dan Indra. Petugas menangkap keduanya, saat berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Sukarame, Branti, Natar Lampung Selatan sekitar pukul 06.30 WIB.

“Pada saat akan dilakukan penangkapan, kedua tersangka berupaya melawan dan akan melarikan diri. Petugas terpaksa melumpuhkan keduanya dengan tembakan dikaki,”bebernya.

BACA: Gunakan Senpi FN, Bandar dan Pengedar Sabu Ditembak Mati BNNP Lampung

Usai menangkap kedua kurir tersebut, kata mantan Kapolresta Medan, Sumatera Utara ini, pihaknya melakukan pengembangan dengan memburu tersangka bernama Koko yang akan menerima ribuan butir ekstasi tersebut di daerah Gunung Sula, Bandarlampung.

Tersangka kasus 1300 butir pil ekstasi yang dicokok BNN Lampung, Indra Wahyudin
Tersangka kasus 1.300 butir pil ekstasi yang dicokok BNN Lampung, Indra Wahyudin

“Tersangka Koko berhasil ditangkap di jalan Padjajaran, Kelurahan Gunung Sulah sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu tersangka Koko sedang menunggu Sofian dan Indra yang membawa ribuan butir ekstasi yang akan diserahkan ke tersangka,”ungkapnya.

Dikatakannya, tersangka Koko juga dilakukan tindakan tegas dengan tembakan di kakinya, karena tersangka berusaha melarikan diri ke sebuah gang saat akan ditangkap. Menurutnya, barang bukti 1.300 butir ekstasi tersebut, rencananya akan diedarkan para tersangka di wilayah Bandarlampung.

“Pengungkapan ribuan butir ekstasi ini, berdasar atas informasi yang didapat petugas bahwa akan adanya pengiriman narkotika. Dari informasi itulah, dilakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ketiga tersangka,”jelasnya.

Tagam mengutarakan, selain empat tersangka kepemilikan 6 kilogram sabu-sabu yang ditangkap sebelumnya adalah dikendalikan oleh seorang Napi penghuni Lapas di Lampung. Ternyata dari hasil pemeriksaan ketiga tersangka kepemilikan ribuan butir pil ekstasi yang ditangkap ini, bahwa mereka juga dikendalikan oleh seorang Napi penghuni Lapas.

“Kami masih kembangkan kasusnya, dengan melakukan penyelidikan siapa napi yang mengendalikan barang haram tersebut dari dalam Lapas. Tapi kami belum mengetahui, apakah tujuh tersangka yang ditangkap ini merupakan satu jaringan yang dikendalikan oleh napi yang sama atau tidak,”terangnya.

Loading...