Beranda Pendidikan Situs Penerimaan Peserta Didik Baru SMA Lampung Utara tak Bisa Diakses.

Situs Penerimaan Peserta Didik Baru SMA Lampung Utara tak Bisa Diakses.

1375
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI–‎Sejak dua hari terakhir, laman http://lampungutara.ppdb.kemdikbud.go.id yang menjadi situs resmi pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Lampung Utara tak lagi dapat diakses.

Padahal, melalui laman inilah para peserta PPDB dapat mengetahui apakah mereka diterima pada sekolah yang dituju atau tidaknya. Setiap kali diakses, situs tersebut hanya bertuliskan ‘site‎ under construction atau laman sedang dibangun/diperbaiki.

Kondisi ini tak pelak memancing reaksi keluarga peserta PPDB karena ‎mereka tak dapat mengetahui apakah putra/putri mereka diterima atau tidak di sekolah yang diinginkan.

Andi misalnya,‎ mengaku sangat kecewa dengan laman PPDB yang tak dapat diakses tersebut. Sebab, sejak Sabtu (4/7) sore yang menjadi hari penutupan pendaftaran PPDB SMA, laman resmi tersebut tak dapat lagi diakses.

Gimana kami mau tahu adik kami diterima atau tidak kalau situs PPDB-nya enggak bisa diakses lagi,” keluh dia, Minggu (5/7).

‎Kondisi ini, menurut dia, sangat merugikan para peserta PPDB secara psikologis dikarenakan tak dapat mengetahui diterima atau tidak pada sekolah yang dituju.

“Tak dapat diaksesnya situs ini menimbulkan dampak psikologis tersendiri bagi para peserta PPDB. Harusnya pihak panitia memikirkan itu,” katanya.

Kritikan yang sama dilontarkan Edi‎, warga Kampung Baru, Kotabumi Selatan. Ia mengaku telah mencoba membuka laman PPDB Lampura sejak Sabtu – Minggu ini. Namun, hasilnya mengecewakan lantaran laman resmi PPDB tersebut tak dapat diakses. “Operatornya kali mati,” sindir dia.

Hingga pukul 12:10 WIB‎, laman resmi PPDB tahun 2015 dimaksud masih tak dapat diakses. Laman tersebut masih bertuliskan ‘site under construction’ dan di bagian bawahnya tertera tulisan penyelenggara, jadwal dan hasil pelaksanaan yang sama sekali tak merespon dibuka atau diklik. Sayangnya, para petinggi Dinas Pendidikan belum berhasil dihubungi terkait perkara itu.

Loading...