Beranda News Budaya SKB Pentaskan Operet “Tengkulup Paya”

SKB Pentaskan Operet “Tengkulup Paya”

307
BERBAGI

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.Com

Sesi latihan “Tengkulup Paya”

Pekanbaru—Sanggar Keletah Budak (SKB) asuhan Teater Selembayung Riau
kembali mempersembahkan operet anak berjudul “Tengkulup Paya” di Gedung Teater
Tertutup Anjung Seni Idrus Tintin Komplek BandarSerai/Purna MTQ Pekanbaru, 7-9
Maret 2014 pukul 16.00.

Kali ini, penulis naskah dan sutradara Rina Nazaruddin Entin (NE) mengangkat
cerita rakyat Kuantan Singingi (Kuansing) ini dengan pola-pola fantasi anak.
Rina NE yang juga pendiri SKB menjelaskan, pementasan operet anak tersebut
dipadukan dengan kisah anak-anak sekarang sehingga pelajaran yang ingin
disampaikan bisa lebih dekat dan dirasakan langsung.

Dalam operet anak “Tengkulup Paya” ini, Rina memulai kisahnya dengan
menceritakan seorang anak yang malas bangun pagi. Suka membantah perkataan
kedua orang tuanya. Lalu untuk memberikan pelajaran, kedua orang tua anak itu
mengajak anaknya ke kampung dengan harapan bisa diajari secara lebih mendalam
oleh neneknya.

Di kampung, Fidy (tokoh anak kota) dikenalkan dengan suasana kampung dan alam
perkampungan yang sederhana dan menyenangkan. Nenek bahkan mengajak Fidy ke
hutan untuk mengenal hutan serta satwa seperti burung-burung yang hidup di
hutan. Saat di hutan, nenek menunjukkan sebidang tanah kepada Fidy. Nenek pun
menceritakan tentang tanah yang berbau busuk serta tak satupun tanaman bisa
tumbuh di atasnya. Tanah itu, dikenal masyarakat dengan kisah “Tengkulup Paya”.

“Kisah ‘Tengkulup’ Paya itu sendiri bertutur tentang keluarga miskin yang
terdiri dari ibu dan seorang anak gadisnya berusia 12 tahun. Sang ibu adalah
perempuan sederhana yang rajin bekerja, sedangkan anaknya suka melawan orang
tua dan orang yang dianggapnya menghina kemiskinan mereka. Suatu kali, karena
sikapnya sudah keterlaluan maka datanglah azab Tuhan kepadanya dan tubuhnya
terperosok ke dalam tanah hingga terbenam dan terkubur di dalamnya,” ujar Rina
NE saat dihubungi melalui telepon genggam, Minggu (02/03).

Menurut pelaku teater Riau ini, kedua kisah itu menjadi satu untuk membuat
pertunjukan menjadi menarik. Selain berdialog, anak-anak juga akan bernyanyi.
Nyanyian tersebut menjadi bagian dari penceritaan sehingga suasana lebih ceria
dan mengasyikkan bagi anak-anak. Ada tujuh lagu yang menjadi bagian dari
keseluruhan cerita. Nada yang dihadirkan komposernya, Iwan Landel dan Anggara
Satria, sesuai dengan dunia kanak-kanak.

“Mudah-mudahan cerita dan nyanyian yang dimainkan adik-adik kami di operet
‘Tengkulup Paya’ ini, nantinya mampu memberi warna bagi perkembangan dunia
teater di Riau, umumnya tentu saja Indonesia,” tambah Rina.
           
Tiket untuk operet anak ‘Tengkulup Paya’ ini seharga Rp25.000, Rp30.000 dan
Rp35.000. Pemesanan dapat ke manajemen Sanggar Keletah Budak melalui Pebgo
085278395126 dan Rina NE 08126882008.

Lebih lanjut Rina NE menuturkan, aktor dan aktris cilik pada pementasan operet
ini dari anak-anak TK, SD, dan SMP. “Mereka anggota Sanggar Keletah Budak yang
memang sudah menjalani proses latihan selama beberapa bulan terakhir,” jelas
Rina.
           
Sanggar Keletah Budak yang didirikan Rina NE sejak 2007 ini telah menggelar
tiga kali operet anak yang kisahnya diangkat dari cerita rakyat Riau seperti
operet anak “Awang Putih”, “Si Lancang” dan “Tengkulup Paya”.

Loading...