Beranda Pendidikan Kabar Sekolah SMAN Pancajaya Mesuji akan Kunjungi Lamban Sastra Isbedy

SMAN Pancajaya Mesuji akan Kunjungi Lamban Sastra Isbedy

281
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Sekitar 40 siswa SMA Negeri Pancajaya Mesuji akan mengunjungi Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, besok (Sabtu, 18/2) pagi.

Kunjungan dalam rangka memenuhi persyaratan ujian dan ulangan semester tersebut dipimpin langsung kepala sekolahnya, Muhammad Zamzari.

Syaiful Irba Tanpaka dari Lamban Sastra Isbedy menjelakaskan, sekira 40 siswa yang berkunjung itu akan mendapatkan penjelasan tentang keberadaan Lamban Sastra, proses kreatif sastrawan, dan bazar buku sastra.

“Kegiatan ini bagian dari progran Siswa Mengenal Sastrawan atau Seniman yang digagas Lamban Sastra Isbedy,” jelas Syaiful Irba didampingi sektetarisnya, David Larvers Aura, Jumat (18/2) pagi.

Syaiful menambahkan, Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS terus berupaya menumbuhkan kecintaan pada siswa terhadap karya seni. Selain itu siswa juga dapat mengenal dan berdialog dengan para seniman.

“Sehingga diharapkan dari progam SMS ini, siswa makin kenal dengan seniman. Sebaliknya seniman tak merasa asing di kalangan para siswa dan sekolah. Sebab siswa adalah cikal bakal pembaca sastra dan calon seniman kemudian hari. Setidaknya siswa bisa memahami karya seni/sastra,” jelas Syaiful yang juga Kasi Ekonomi Kreatif Berbasis Seninudaya di Dinas Pariwisata Provinsi Lampung.

Ditambahkan Isbedy Stiawan ZS, pengampu di Lamban Sastra itu, kunjungan siswa ke tempatnya sudah ke sekian kali. Sebelumnya para siswa SD dan SMP se Kota Bandarlampung dalam kegiatan Komunitas Baca bekerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Lampung, kemudian dari SMP Tunas Mekar Indonesia.

“Beberapa sekolah juga sudah mengajukan permintaan kunjungan wisata edukasi ke Lamban Sastra,” jelas Isbedy.

Ia menginginkan Lamban Sastra Isbedy semirip dengan Museum atau Perpustakaan yang dikunjungi siswa dalam kegiatan studi tur atau wisata belajar di luar sekolah.

“Hanya di sini, mereka langsung bertemu seniman dan bisa belajar bagaimana menulis sastra atau berkarya seni lainnya,” imbuh Isbedy.

Terpisah Kepala SMAN Pancajaya Muhammad Zamzari mengaku kegiatan ini baru dilaksanakan semasa kepemimpinannya. Kegiatan ini bagian dari pembelajaran di luar sekolah.

“Agar siswa mengenal dan mengetahui bagaimana berkreasi seni dari berdialog langsung dengan seniman atau sastrawan Lampung,” ujar Zamzari.

Dipilihnya Lamban Sastra, lanjut dia, karena lembaga ini sudah dikenal luas. Selain itu di sini berkumpul banyak sastrawan bereputasi nasional dan internasional.

“Jadi pilihan kami ya ke Lamban Sastra. Kami berharap ada kelanjutan dengan program lain, misalnya workshop penulisan sastra di sekolah kami,” katanya.(*)