SMKN 2 Terbanggibesar Bakal Rakit Laptop dan Traktor Tangan

  • Bagikan

Supriyanto/Teraslampung.com


GUNUNGSUGIH–Sekolah Menengah Kejuran Negeri 2 (SMKN2) Terbanggibesar Lampung Tengah ditunjuk sebagai sekolah yang akan melakukan perakitan laptop dan traktor tangan (hand tractor), terkait dengan rencana kerjasama antara Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Lampung dengan Asean China Center.Kerjasama tesebut, diharapkan pada tahun 2015 sudah bisa di realisasikan,

Menurut Ketua Kadinda Perovinsi Lampung.Dr.Ir.Mustafa, M.H.,  Kadinda hanya menjadi fasilitator antara perusahaan yang akan terlibat kerjasama dengan Asean China Center dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 (SMKN 2) Terbanggibesar.

Kerjasama ini tentunya antara perusahaa ”Dalam hal ini Kadin menjadi fasilitator. Kami baru pulang dari China untuk menandatangani nota kesepakatan antara Kadinda Lampung dengan Asean China Center dan SMKN2 Terbanggibesar,” ungkap Mustafa, Kamis (18/12).

Keterlibatan SMKN2 Terbanggibesar dalam kerjasama tersebut, kata Mustafa karena juga akan terlibat dalam kegiatan yang dikerjasamakan yakni berupa perakitan Laptop dan handtraktor. Kegiatan perakitan tersebut setidaknya, menjadi media pembelajaran bagi siswa SMKN2 Terbanggibesar. Baca:  SMKN 2 Terbanggi Besar, Sekolah Keren yang Arahkan Siswanya Jadi Wirausahawan Mandiri

Siswa akan diberikan pembelajaran bagaimana merakit laptop sehingga menjadi produk jadi yang siap digunakan. Begitu juga dengan handtraktor yang akan dirakit, memiliki multi fungsi, selain untuk membajak tanah juga dapat digunakan untuk menyedot dan menyemprot air.

”Dengan perakitan laptop dan handtraktor, siswa tidak saja mendapatkan ilmu secara teori, tetapi juga praktek. Sehingga meraka menjadi tenaga trampil yang siap barsaing di dunai kerja,”katanya.
Kerjasama tersebut menyepakati untuk memproduksi 10.000 unit laptop. Pada tahap awal di tahun pertama akan dirakit sebanyak 1000 unit, dengan merk khusus.

Hasil rakitan siswa tersebut akan di jual keseluruh Lampung terutama para guru melalui PGRI. Begitu juga dengan hand traktor, akan di jual kepetani dengan mekanisme tertentu. Semua suku cadang baik laptop maupun handtraktor menjadi tanggungjawab Kadin untuk mendatangkan dari China, karena sekolah tidak boleh terlibat langsung dalam bisnis apa lagi terkait dengan perdagan luar negeri.

”MoU pengadaan suku cadang adalah perusahaan yang di fasilitasi Kadin. Kadin yang akan membeli uraiannya, perakitan dilakukan di SMKN 2 Terbanggibesar,”katanya.

Laptop yang diproduksi  diharapkan menjadi land mark untuk anak-anak sekolah dan guru-guru, mendapatkan laptop dengan teknologi murah produk yang dihasilkan anak-anak sendiri. Penjualan lapotop kepada guru, tak lain untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru. Setidaknya dengan memiliki laptop, akan memudahkan guru dalam membuat rencana pembelajaran bidang studi.

Oleh karena itu, Laptop yang dirakit selain memiliki aplikasi yang standar, juga akan di lengkapi aplikasi-aplikasi khusus yang akan menunjang kinerja guru dan kepala sekolah.

Kapasitas laptop  cukup besar, juga akan dilengkapi aplikasi misalnya format pelaporan keuangan kepala sekolah sepert dana bos, aplikasi program kerja kepala sekolah, aplikasi rencana program pembelajaran (RPP), maupun aplikasi lain sesuai kebutuhan pendidikan.

”Semua sudah di format, inilah yang nantinya membedakan dengan laptop yang di jual di pasaran.”katanya.

Menurut Mustafa, tiga perusahaan yang telah melakukan kontrak kerjasama dengan Kadin dan SMKN 2 Terbanggibesar. Pada akhir Januari 2015 mereka akan ke Lampung  Tengah untuk melihat kesiapan SMKN 2 terbanggibesar. Terkait dengan kerjasama ini, mereka akan melihat kondisinya disini. Termasuk bagaimana sistim kerjasama yang akan dibangun termasuk berapa pembiayaan yang diperlukan.

”Kerjasama ini selain melibatkan sekolah juga akan melibatkan pemda. Kedepan diharapkan  jumlah sekolah yang akan terlibat bisa ditingkatkan, tentunya sekolah yang dilibatkan mempunyai potensi,”katanya.

Diharapkan program kerjasama ini bisa berlangsung untuk jangka panjang di Provinsi Lampung.
Dalam kerjasama tersebut, kita akan mentransfer ilmu yang akan mereka kembangkan.

“Pasar  kita adalah resource mereka teknologinya dan pendanaannya atau investasinya. Kita yang punya resource, baik alam maupun sumber daya manusia, tapi kita tidak punya teknologinya maunpun uangnya. Merekan akan mendukung  teknologi dan pendanaan termasuk tenaga ahlinya,”tegasnya.

  • Bagikan