Beranda Hukum Teras Kriminal SMS Penipuan, Catut Nama Kasatreskrim Polresta Bandarlampung

SMS Penipuan, Catut Nama Kasatreskrim Polresta Bandarlampung

359
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com 


Isi pesan penipuan yang mencatut nama Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya

BANDARLAMPUNG-Nama Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dery Agung Wijaya, dicatut untuk meminta bantuan atau sumbangan. Nama dan jabatan orang nomor satu di jajaran Reserse Kriminal Polresta itu dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab, dengan meminta sejumlah uang melalui via transfer.

Dalam waktu seminggu ini, banyak masyarakat yang konfirmasi kepada dirinya bahwa ada pesan singkat yang mengatasnamakan dirinya dengan meminta sejumlah uang.  

Geram namanya dicatut dalam kasus penipuan, Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya langsung melakukan penyelidikan dengan menelusuri nomor-nomor ponsel yang telah diterimanya dari beberapa korban. 

Mantan Kapolsek Natar ini mengaku, pencatutan nama dalam SMS tersebut terhadap dirinya sudah ada sekitar 90-an orang. Setelah dilakukan pengecekan terhadap isi dari pesan tersebut, ini merupakan modus penipuan seperti biasa yang dilakukan penipuan yang banyak terjadi.

“Saat ini kami sedang selidiki nomor-nomor itu yang mengirimkan pesan meminta sejumlah uang. Saya geram nama saya dicatut buat memeras korban. Ada 90 an orang yang sudah mengadu dan melaporkannya ke saya dan kasus ini akan saya selidiki,” kata Dery saat dikonfirmasi masalah tersebut, Selasa (19/5).

Dijelaskannya, modus yang dilakukan pelaku penipuan yang mengatasnamakan dirinya (Kasat Reskrim), dengan cara mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada korbannya yang isinya meminta bantuan sejumlah uang. Uang tersebut akan digunakan untuk membantu biaya operasional, bahwa Kasat Reskrim sedang berangkat ke luar kota dan untuk meminta bantuan  uang seperti uang tiket dan sebagainya.

“Uang yang diminta untuk uang tiket pesawat atau Kasat lagi mau keluar kota, tapi dalam isi pesan itu pelaku tidak menyebutkan jumlah uangnya. Namun ketika itu tercapai, antara pelaku dengan yang di tuju pesannya di respon. Baru pelaku menyampaikan berapa uang yang diminta dan uangnya dikirim melalui via transfer,” jelasnya.

Ditegaskan Dery, selama ini dirinya tidak pernah menelepon atau mengirim pesan singkat kepada masyarakat apalagi dengan meminta bantuan, apalagi minta uang. Dirinya baru mengetahui nama dan jabatannya telah dicatut untuk menipu oleh pelaku, setelah ada salah satu korban yang merupakan anggota dewan dari Tanggamus, pada hari Selasa (19/5) datang melapor.

“Tadi ada Pak Haji, dia anggota dewan Tanggamus tapi saya lupa siapa namanya. Tadi dia datang menemui saya dan mengadu ke saya untuk mengkonfirmasi terkait SMS yang diterimanya. Tapi setelah dilakukan pengecekan terhadap nomor pengirim SMS itu, nomer itu bukanlah nomor saya. Tapi didalam isi pesannya ada nama saya,” terangnya.

Dery menghimbau, kepada masyarakat Kota Bandarlampung diimbau agar hati-hati dan tidak cepat percaya dengan penelepon atau pengirim pesan singkat (SMS) yang mengaku sebagai dirinya apalagi pengirim pesan tersebut meminta sejumlah uang.

“Jadi disampaikan kepada masyarakat jangan percaya dengan SMS mengatasnamakan saya atau pejabat di kepolisian jajaran Polda Lampung untuk meminta sejumlah uang. Itu semua adalah kebohongan, modus penipuan dan pemerasan yang digunakan oleh pelaku dengan menggunakan nama dan jabatan saya segera laporkan ke kami,”

Loading...