Beranda Teras Berita Sindikat Pencuri Mobil L300 di Pringsewu Diringkus Polisi

Sindikat Pencuri Mobil L300 di Pringsewu Diringkus Polisi

366
BERBAGI
Kompol Eko Nugroho saat menunjukkan barang bukti casis mobil L300 hasil curian yang disita kepada Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

PRINGSEWU-Komplotan pelaku spesialis pencurian mobil pickup jenis L300 yang kerap melakukan aksinya di wilayah Pringsewu, berhasil dibekuk tim gabungan Unit Reskrim Polsek Pringsewu Kota bersama Tekab 308 Polres Tanggamus setelah dilakukan penggrebekan di salah satu gudang bengkel mobil di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, pada Jumat 21 September 2018 sekitar pukul 21.00 WIB.

Sindikat pelaku spesialis pencurian mobil L300 yang ditangkap itu adalah, Hadit Andrean (29), Asep Setiawan (28) dan Ujang Suharna (19), ketiganya warga Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Lalu Alfian (32), warga Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu dan Sumaryanto (41), warga Kelurahan Tugu Papak, Kecamatan Semaka, Tanggamus.

Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma mengatakan, pengungkapan sindikat pelaku spesialis pencurian mobil jenis L300 yang berhasil diringkus oleh tim gabungan, ada lima orang pelaku dan mereka adalah Hadit Andrean (29), Asep Setiawan (28), Sumaryanto (41), Ujang Suharna (19) dan Alfian (32).

“Para pelaku tersebut, ditangkap Jumat malam 21 September 2018 sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka merupakan sindikat spesialis pencurian mobil jenis L300, yang selama ini meresahkan masyarakat Pringsewu,”ujarnya, Minggu 23 September 2018

Dari penangkapan para pelaku tersebut, disita barang bukti tiga unit mobil L300, satu unit mesin mobil, satu buah casis yang sudah digerinda, satu buah bak mobil L300 dan satu set alat bengkel yang digunakan untuk merubah mobil hasil curian.

AKBP I Made Rasma mengungkapkan, dalam menjalankan aksinya, para pelaku tersebut memiliki peran berbeda. Pelaku Hadit Andrean dan Asep Setiawan, keduanya sebagai eksekutor (pemetik). Bahkan pelaku Asep ini juga, yang bertugas menyembunyikan mobil hasil curian, melepas bak mobil, menghilangkan nomor mesin dan menjual mobil hasil curian tersebut.

“Pelaku Sumaryanto, yakni sebagai penadah barang hasil curian. Pelaku juga yang menyuruh pelaku Alfian untuk mengoplos kendaraan dengan menukar mesin, bak mobil, kepala mobil dan casis mobil curian,”ungkapnya.

Selanjutnya untuk pelaku Ujang Suharna, kata AKBP I Made Rasma, perannya menghilangkan ciri-ciri yang ada di mobil. Seperti membuang stiker atau tulisan lainnya yang ada di mobil, lalu melepas bak mobil, menyembunyikan dan menerima hasil curian.

“Sedangkan pelaku Alfian, yang merupakan sebagai mekanik bertugas mengoplos kendaraan dengan menukar mesin mobil hasil curian, casis, bak, kepala mobil, menghilangkan nomor rangka dan nomor mesin menggunakan alat gerinda,”jelasnya.

Dikatakannya, kepada masyarakat yang pernah kehilangan mobil L300, silahkan untuk mendatangi Mapolsek Pringsewu Kota dengan membawa kelengkapan surat-surat kendaraan serta surat laporan kehilangan.

Sementara Kapolsek Pringsewu Kota, Kompol Eko Nugroho mengutarakan, terungkapnya kasus pencurian mobil tersebut, setelah Polsek Pringsewu Kota menindaklanjuti laporan korban Nurhaini, warga Lampung Barat dengan laporan polisi nomor: LP/B.245/IX/2018/Polda LPG/Res TGMS/Sek Sewu tanggal 11 September 2018.

“Korban kehilangan mobil pickup L300 plat nomor BE 9598 UE di Jalan Satria, Kelurahan Pringsewu Barat serta uang tunai Rp 25 juta yang disimpan dibelakang salon speaker mobil,”ungkapnya.

Menurutnya, selain kelima pelaku tersebut, ada satu pelaku lain bernama Jule dengan TKP Lampung Tengah yang saat ini masih diproses di Mapolsek Gadingrejo.

Dari penangkapan kelima pelaku tersebut, kata mantan Kasi STNK Subditregident Ditlantas Polda Lampung ini, ada 14 jenis barang bukti yang diamankan termasuk satu set alat bengkel, mesin mobil dengan nomor mesin mobil yang sudah diubah menggunakan alat gerinda. Selain itu juga, satu casis mobil L300 yang tidak dilengkapi dokumen sah yang ditemukan di bengkel milik pelaku Sumaryanto.

“Hasil pengembangan, petugas menemukan tiga unit mobil L300 hasil curian yang merupakan milik korban Safari dan Hi. Rohimin, warga Lampung Tengah serta milik korban Nurhani, warga Lampung Barat,”terangnya.

Loading...