Beranda News Soal Berantas Begal di Lampung: Masyarakat Mendukung, Tapi tidak Asal Tembak dan...

Soal Berantas Begal di Lampung: Masyarakat Mendukung, Tapi tidak Asal Tembak dan Berfoto Ria

755
BERBAGI
Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno saat memberikan keterangan terkait kedatangan dan pemeriksaan tim Paminal Mabes Polri di Mapolresta Bandarlampung
Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno saat memberikan keterangan terkait kedatangan dan pemeriksaan tim Paminal Mabes Polri di Mapolresta Bandarlampung

TERASLAMPUNG.COM — Beredarnya foto di media sosial Facebook yang menggambarkan beberapa polisi anggota Tekab 308 Polresta Bandarlampung mejeng bareng dengan lima tersangka begal yang mati ditembak,dua hari lalu (1/4/2017) akhirnya membuat Mabes Polri turun tangan.

Baca: Lima Tersangka Begal Tewas dalam Baku Tembak di Jembatan Layang Srengsem

Pada Senin (3/4/2017), Tim Pengamanan Intermal (Paminal) Mabes Polri datang ke Lampung untuk menelusuri kasus tersebut. Tim Paminal memeriksa anggota Tekab 308 karena menilai adanya unsur pelanggaran kode etik.

Sebelum Tim Paminal Mabes Polri turun ke Lampung, protes dan keberatan sebenarnya sudah diungkapkan masyarakat Lampung melalui jejaring medsos. Beberapa pemilik akun Facebook menilai foto tersebut tergolong sadis dan tidak layak disebarluaskan di media sosial.

“Kenapa foto seperti ini beredar di medsos? Apa bangganya menembak mati begal kemudian foto bersama mayat mereka?” tulis seorang pemilik akun Facebook pada Minggu (2/4/2017).

Di medsos sendiri tidak jelas siapa pengunggah pertama. Yang jelas, penelusuran Teraslampung.com menunjukkan tidak ada media mainstream cetak maupun online yang memasang foto Tekab 308 bersama lima mayat.

Paturt diduga, yang menyebarluaskan foto itu adalah pihak yang memikiki kedekatan dengan Tekab 308 Polresta Bandarlampung. Itulah sebabnya, ketika Tim Paminal Mabes Polri turun ke Lampung untuk menelusuri penyebaran foto sadis tersebut sebagian warga Lampung justru menyayangkannya.

“Harusnya fokus saja kepada mereka (polisi) yang wefie dengan lima mayat tersangka begal. Mereka seolah-olah bangga setelah menembak mati burunnya,” ujar seorang pemilik akun Facebook.

Warsito (52), warga Telukbetung Utara, mengaku sedih ketika menyaksikan foto para polisi berpose seolah banga melumpuhkan buruannya dengan latar depan lima mayat tersangka begal.

“Kami mendukung pak polisi memberantas  begal. Kami sangat senang, tetapi tidak dengan asal tembak dan foto bareng dengan mayat. Ini seperti sudah menjadi kebiasaan. Dalam beberapa kasus kejahatan, polisi selalu eksyen dengan para tersangka yang baru ditangkap. Media massa seharusnya juga jeli dan tidak asal muat foto yang seperti itu,” katanya.

Kapolda Lampung Irjen Sudjarno mengatakan tim Paminal Mabes Polri turun ke Lampung, berkaitan dengan beredarnya foto anggota Tekab 308 bersama lima tersangka begal asal Lampung Timur yang ditembak mati yang menjadi viral di media sosial dalam dua hari terakhir ini. Tim Paminal menganggap bahwa konten foto tersebut terdapat adanya pelanggaran kode etik.

“Pose mereka (anggota Tekab 308) di dalam foto itu tidaklah etis, sehingga tim dari Mabes turun memeriksa semua anggota Tekab 308 yang ada di dalam foto tersebut untuk diklarifikasi,”ungkapnya.

Dalam foto tersebut terlihat anggota Tekab 308 yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Deden Heksaputra berpose dengan mengepalkan tangan, sedangkan di depan mereka tergeletak lima mayat tersangka begal.