Beranda Hukum Soal Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UIN, Ini Klarifikasi Andi Surya

Soal Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UIN, Ini Klarifikasi Andi Surya

239
BERBAGI
Andi Surya

TERASLAMPUNG.COM—Anggota MPR/DPD RI Andi Surya menyatakan tidak pernah bermaksud menjatuhkan nama besar UIN Raden Intan terkait berita tentang dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen di kampus PTN tersebut .

“Saya tidak mau ribut-ribut dulu soal ini, kalau bisa dapat dimediasi dulu , bertemu secara kekeluargaan dulu . Akan tetapi, jika kedepan masalah ini nambah panas, saya akan lapor balik mereka (pihak UIN) ke Polda karena sudah mencederai kehormatan saya yang menjalankan tugas sebagai parlemen (MPR/DPR RI). Saya merasa dikriminalisasi,”kata Andi dalam konferensi pers di Kantor Perwakilan DPD RI, Jumat (25/1/2019).

Andi menjelaskan, sebagai salah satu anggota MPR/DPD RI, yang memiliki tugas dan fungsi merespon aspirasi masyarakat dalam batas kewenangan konsitusional terkait dugaan adanya peristiwa asusila diwilayah pemilihan (Lampung) adalah suatu kewajiban. Tidak ada sama sekali niatan untuk menjatuhkan nama besar UIN, yang diharapkan dapat berkontribusi besar bagi pembangunan di Provinsi Lampung.

Kasus dugaan pelecehan ini, kata Andi,  sempat menjadi viral, terlebih hal ini terjadi di PT berbasis keagamaan milik negara yang dananya dari APBN.

Oleh karena itu, Andi lalu membuat rilis ke media massa pada Sabtu (12/1/2019) dengan judul:Andi Surya: Dugaan Pelecehan seksual di Kampus UIN,Oknum Dosen Kehilangan Iman dan Akal Sehat.

Dengan tersebarnya berita rilis tersebut disejumlah media massa, membuat pihak UIN tidak terima , bahkan melaporkan Andi Surya ke Polda Lampung dengan tuduhan pencenaran nama baik, ujaran kebencian dan UU ITE.

Terkait dengan pemberitaan yang sudah tersebar tersebut, Andi menjelaskan beberapa hal , diantaranya:
1.Sebagai seorang anggota MPR/DPD RI , saya merespon salah satu kasus pelecehan seksual karena fungsi dan tugas saya sebagai anggota MPR/DPD RI.
2.Rilis yang saya buat relatif tidak ada kata-kata fitnah. Rilis dibuat dengan diksi yang bagus dan baik.
3.Dalam rilis kalimatnya tidak kasar dan bukan kalimat yang menjustifikasi.
4.Rilis tersebut bukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, karena mengandung tiga saran yang harus dilakukan UIN.
5. Negara kita berdasarkan hukum, jika ada pihak-pihak yang merasa tersingung dengan konten rilis berita,maka konsep rilis menjadi bukti utama , sedangkan berita di media massa menjadi ranah UU Pers.
“ Saya tidak masalah dilaporkan ke Polisi atau bahasa kasarnya saya dikriminaisasi, karena saya menjalankan tugas dan kewenangan konsitusional sebagai anggota MPR/DPD RI yang memiliki hak imunitas parlemen,” jelasnya.

Meski demikian Andi mengakui hingga saat ini dirinya belum menerima surat panggilan dari Polda Lampung.
“Sampai dengan hari ini, saya belum dapat surat pangglan dari kepolisian terkait dugaan pelecehan seksual di UIN. Proses administrasi pemanggilan anggota parlemen tidaklah mudah butuh proses yang panjang,”ujarnya.

Andi Surya hanya berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan dengan baik. Pihak kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan dengan tuntas sampai keakar-akarnya sehingga pihak yang bersalah dapat diproses lebih lanjut.

Mas Alina Arifin

Loading...