Soal Empat Dinas Paling Buruk Capaiannya, Ini Penjelasan Kabag Tapem Lampung Utara

Kantor Pemkab Lampung Utara. Foto: Teraslampung.com/Feaby Handana
Kantor Pemkab Lampung Utara. Foto: Teraslampung.com/Feaby Handana
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, Kotabumi–Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Utara, Imam Sampurna membenarkan jika capaian program yang menjadi Indikator Kinerja Utama/IKU di Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan tidak di angka nol persen. Pencapaian dari kedua dinas itu berada di angka 77-111 persen.

“Kalau bicara IKU, tidak semua program itu menjadi IKU,” kata Imam Sampurna, Selasa (4/6/2024).

Capaian pogram yang menjadi IKU di Dinas Ketahanan Pangan tahun 2023 mencapai angka 77,13 persen. Bahkan, untuk Dinas Perikanan, capaiannya lebih dari seratus persen, tepatnya 113,36 persen.

“IKU Dinas Perikanan itu hanya ada tiga saja di tahun 2023,” jelasnya.

Data mengenai IKU itu diambil olehnya dari kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah/Bappeda pada awal tahun. Data ini akan digunakan dalam penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban/LKPj tiap tahunnya.

“LKPj ini disampaikan untuk mengukur capaian kinerja pada tahun sebelumnya,” tutur dia.

Sayangnya, Kepala Bappeda Lampung Utara, Andi Wijaya belum berhasil dihubungi terkait persoalan. Pesan singkat yang disampaikan masih belum direspons.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan membantah tudingan yang menyebut jika IKU merupakan yang paling buruk di tahun 2023. Kedua dinas itu adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan.
.
“Perkiraan kami, pencapaian program yang menjadi IKU dinas kami itu berada di angka 70 persen ke atas,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Utara, Ilham Akbar, Senin (3/6/2024).

Ia menjelaskan, apa yang disampaikannya ini berdasarkan registrasi, laporan, uraian kegiatan dan persentase anggaran. Dengan fakta di atas, agak sulit baginya menerima jika pencapaian program yang menjadi IKU di dinasnya hanya nol persen di tahun 2023.

“Melaksanakan satu program saja, minimal sepuluh persen pencapaiannya. Kok bisa nol persen,” kata dia.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Perikanan Lampung Utara, Sanny Lumi menyampaikan keluhan serupa. Menurutnya, kinerja dinasnya tahun 2023 tidaklah berada di angka nol persen. Sebab, di tahun lalu saja, Lampung Utara telah ditetapkan sebagai kampung budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Program kami itu cuma ada empat. Kalau kegiatannya banyak. Programnya dikit,” kata dia.

Ia juga mengaku heran dengan tudingan tersebut. Jika dikatakan hanya nol persen maka itu berarti para pegawai di dinasnya sama sekali tidak bekerja di sepanjang tahun 2023. Padahal, mereka telah menerima hak-haknya selaku ASN.

“Silakan hubungi Bagian Tata Pemerintahan untuk memastikannya,” terangnya.

Polemik mengenai IKU ini berawal dari hasil pembahasan Panitia Khusus DPRD tentang LKPj bupati tahun anggaran 2023. Dalam hasil pembahasan itu terungkap bahwa ada empat dinas di lingkungan Pemkab Lampung Utara yang capaian program yang menjadi IKU mereka berada di angka nol persen.

“Dinas kesehatan, dari 14 program yang menjadi indikator kinerja utama, hanya nol yang mencapai target,” kata Ketua Panitia Khusus LKPj bupati, Herwan Mega dalam sidang.

Ia mengatakan, capaian itu sama dengan capaian Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Perikanan. Rinciannya, Dinas Ketahanan Pangan, memiliki 5 program, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu memiliki enam program dan Dinas Perikanan memiliki 14 target.

Feaby Handana