Soal Hangusnya DAK Fisik, Ini Kata Sekdakab Lampung Utara

  • Bagikan
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Lekok menjawab pertanyaan seputar kesiapan pembayaran uang proyek.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Lekok

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi–‎Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Lekok menegaskan bahwa ‘hangusnya’ Dana Alokasi Khusus fisik bidang kesehatan dan pendidikan Lampung Utara sepenuhnya menjadi tanggung jawab perangkat daerah yang mengelolanya.

“Ketika masuk tataran pelaksanaan APBD itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pengguna Anggaran,” tegas Lekok, Rabu (8/9/2021).

Tanggung jawab itu meliputi perencanaan, pelaksanaan, maupun pertanggungjawabannya. Dalam konteks ini, hangusnya Miliaran Rupiah DAK bidang fisik tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab Pengguna Anggaran.

‎Kendati demikian, mantan pejabat Kabupaten Tulangbawang Barat itu mengatakan, pihaknya akan menginstrusikan Aparat Pengawas Intern Pemerintah untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait. Tujuannya supaya penyebab kegagalan lelang proyek yang berdampak pada ‘hangusnya’ DAK dapat diketahui.

“Limit waktu pengajuan pencairan DAK (untuk ketiga paket DAK) tersebut telah terlampaui, tapi kami tetap upaya agar tetap bisa dilakukan di tahun ini,” terangnya.

Lekok mengatakan, kegagalan lelang proyek DAK itu akan dijadikan pembelajaran mereka dalam proses lelang proyek selanjutnya. Segala kekurangan yang sempat terjadi akan diminimalisir.

“Kami harus optimistis dapat mengelola proyek dri pinjaman daerah. Kekurangan yang selama ini terjadi bagian dari sebuah pembelajaran,” kata dia dengan penuh diplomatis.

‎Sebelumnya, Miliaran Dana Alokasi Khusus Lampung Utara ‎tahun 2021 dipastikan hangus karena gagal mendapatkan pemenangnya. Kegagalan itu akibat para peserta lelang proyek fisik itu tidak ada yang memenuhi persyaratan yang diharuskan meski telah dua kali dilakukan proses lelang.

Ketiga paket proyek itu tersebar di Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara. Rinciannya, ‎dua paket Dinas Kesehatan (Rp5,3 Miliar) dan 1 paket di Dinas Pendidikan dengan nilai Rp1,1 Miliar.

Adapun ketiga paket proyek itu adalah pembangunan gedung puskesmas Bumiagung, dan pengadaan obat – obatan, serta belanja modal gedung laboratorium, instalasi air kotor, dan bangunan tempat pendidikan SMPN 2 Abungtinggi.

  • Bagikan