Soal Hasil Audit Dana Klaim Covid-19, Penjelasan Direktur RSU Ryacudu Kontradiktif dan Berbelit-belit

Direktur RSU Ryacudu Lampura, Cholif Paku Alamsyah
Direktur RSU Ryacudu Lampura, Cholif Paku Alamsyah
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Manajemen Rumah Sakit Umum H.M.Ryacudu Lampung Utara terkesan berbelit – belit dalam ‎memberikan penjelasan mengenai tindak lanjut hasil audit Inspektorat terkait persoalan dana klaim Covid-19. Sejumlah pernyataan yang disampaikan Direktur RSUR terdengar kontradiktif (bersifat berlawanan) satu sama lainnya.

‎”Semua informasi yang masuk adalah masukan untuk kami mawas diri. Kami sudah menghubungi Kementerian Kesehatan (terkait hasil audit Inspektorat)” kata Direktur RSU Ryacudu Lampura, Cholif Paku Alamsyah, Rabu (25/5/2022).

Ia mengatakan, hanya pihak Kemenkes-lah yang memiliki kewenangan terkait persoalan tersebut. Nantinya, pihak Kemenkes sendiri yang akan menentukan apa yang sebaiknya dilakukan dalam permasalahan ini.

“Mereka yang koreksi, bagaimana hasilnya (mereka yang tentukan. Biasanya (bisa saja) tagihan – tagihan kami dikurangi atau gima‎na,” terangnya.

Menariknya, saat ditanya apakah ketidakcermatan dalam pengajuan klaim dana Covid-19 itu seperti yang disampaikan oleh Inspektorat menimbulkan kelebihan dana yang diterima, Cholif mulai memberikan jawaban yang saling kontradiktif.

Di satu sisi ia menegaskan bahwa tidak ada kelebihan dana maupun kekurangan dana klaim yang masuk, di lain sisi, ia justru menyebutkan bahwa kelebihan dana yang masuk akan mereka serahkan ke Kemenkes.

“Jadi yang sudah ke luar menurut hasil penemuan (Inspektorat), katanya ada kelebihan (dana). Itu mau kami serahkan ke Kemenkes. Satu pihak kami dibilang kelebihan, di lain pihak, kami juga ada yang enggak dibayar,” kata dia.

‎Anehnya, meski secara tersirat menyebutkan ada kelebihan, namun yang bersangkutan justru tidak mengetahui berapa total nilai kelebihan yang dimaksud. Dalihnya, seluruh data mengenai dana itu ada di Kemenkes.

“(Soal berapa kelebihanya) itu belum tahu karena dari yang diajukan, enggak semuanya terealisasi‎. Dari yang terealisasi, ada kelebihan katanya. Kelebihan itu yang sedang kami periksa ulang di sana,” jelasnya.

Yang lebih menariknya lagi, setelah mengaku sedang menindaklanjuti ‘perintah’ Inspektorat, yang bersangkutan malah mengaku tidak mengetahui pengajuan dana klaim tahun berapa yang dimaksud dalam audit tersebut. Sebab, menurutnya, hal tersebut termasuk hal teknis yang kurang begitu dikuasainya.

‎”Waduh, itu dia. (Kalau soal) itu kan sudah teknis,” kelit dia.

Inspektorat Lampung Utara telah merampungkan audit khusus tentang dugaan permasalahan pengelolaan dana klaim Covid-19 di Rumah Sakit Umum H.M. Ryacudu, Kotabumi. Hasilnya, ‎pihak manajemen RSU dinyatakan tidak cermat dalam pengajuan dana klaim Covid-19 ke Kementerian Kesehatan.

Kesalahan itu terjadi diakibatkan oleh ketidakcermatan dari pihak manajemen RSUR saat mengajukan klaim dana ‎Covid-19 pada Kementerian Kesehatan. Pengajuan klaim itu disampaikan melalui pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS.