Soal Jabatan Mantan Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi, Ini Langkah yang akan Dilakukan Pemkab Lampura

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara. Foto: Teraslampung.com/Feaby Handana
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara. Foto: Teraslampung.com/Feaby Handana
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Pemkab Lampung Utara belum dapat ‎memastikan apakah Yasril (mantan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara/PUPR) akan kembali mendapat jabatan usai divonis bebas dari kasus dugaan korupsi yang menjeratnya. Sebab, semua itu masih menunggu hasil kasasi yang diajukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Lampung Utara

‎”Belum bisa disimpulkan apakah pemkab siap atau tidak untuk kembali memberi yang bersangkutan sebuah jabatan seperti yang pernah dipercayakan sebelumnya,” kata Kepala Bidang Mutasi, dan Promosi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Lampung Utara, Hendri Dunant, Kamis (16/6/2022).

Semua itu dikarenakan aturan mengenai jabatan ‎masuk ke dalam ranahnya hukum administrasi negara. Di dalam hukum administrasi disebutkan bahwa sebuah jabatan itu bukanlah hak seorang ASN, melainkan hanyalah sebuah kepercayaan dari pimpinan.

“Jabatan itu menyangkut administrasi negara, dan berbeda dengan putusan pidana,” jelasnya.

Meski begitu, Hendri menuturkan, mereka akan mempelajari dan menindaklanjuti apa pun hasil kasasi mendatang. Tentunya, mereka akan tetap mengacu pada perspektif hukum administrasi negara sebelum mengambil sebuah keputusan.

“Harapannya, tentu semoga beliau dapat kembali bergabung untuk membangun Lampung Utara, termasuk mendapatkan jabatan baru di masa mendatang,” kata dia.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri TanjungkarangKelas I A, Bandarlampung memvonis bebas‎ mantan Kepala Seksi Pengelolaan Air Minum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara ‎(Yasril) dan Abdul Azim (kontraktor), Rabu (8/6/2022). Keduanya dinilai tidak terbukti bersalah dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Jalan Kalibalangan-Cabangempat, Abung Selatan tahun 2019 silam.

Putusan itu tertuang dalam petikan putusan nomor 3/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Tjk dan petikan putusan nomor 4/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Tjk menyatakan keduanya tidak terbukti bersalah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan primer dan subsider. Dalam petikan itu disebutkan bahwa keduanya dibebaskan dari semua dakwaan dan juga dari tahanan.

‎Menyikapi putusan ini, Yasril (mantan Kepala Seksi Pengelolaan Air Minum Dinas PUPR Lampura). Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara, mengaku sangat bersyukur. Vonis tidak bersalah dan bebas dari tahanan menjadi bukti bahwa keadilan itu memang masih ada.

“Alhamdulillah, vonis bebas ini bukti bahwa yang benar itu benar, dan yang salah itu salah,” tegas Yasril yang didampingi tim pengacaranya kala itu.

Diketahui, Yasril yang juga berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen/PPK bersama Abdul Azim sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Lampung Utara‎ dalam kasus dugaan penyimpangan pada proyek pekerjaan peningkatan jalan Kalibalangan – Cabangempat, Abung Selatan, Selasa malam (21/12/2021)‎. ‎Menyusul penetapan status tersebut, keduanya pun langsung dijebloskan ke Rutan kelas IIB Kotabumi.

‎Menurut pihak kejaksaan, dalam proyek tahun 2019 senilai Rp3,9 miliar‎ itu, mereka menemukan dugaan penyimpangan ‎sekitar Rp794 juta. Dugaan penyimpangan itu berupa kekurangan volume di antaranya dalam pekerjaan galian, lapisan pondasi atau pengerasan pondasi