Soal Kabar Panglima TNI Restui Kudeta, Mabes TNI akan Tempuh Jalur Hukum

Kapuspen TNI, Mayjen Wuryanto
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Markas Besar TNI membantah berita yang dimuat Tirto.id pada hari Rabu, 19 April, berjudul “Investigasi Allan Nairn: Ahok Hanyalah Dalih untuk Makar” adalah “tidak benar atau HOAX”.

Dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi Teraslampung.com, Jumat petang (20/4/2017), Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Wuryanto mengatakan isi berita yang dimuat di media online tirto.id tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

“Mestinya, penulis dan pihak tirto.id sebelum merelease berita tersebut mengkonfirmasi dulu ke pihak TNI. Dari pemberitaan tersebut, Mabes TNI akan mengambil langkah hukum dengan membuat laporan kepada Kepolisian RI agar diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Mayjen Wuryanto.

Menanggapi hal itu, tirto.id lewat berita berjudul Investigasi Allan Nairn, TNI: “Kita Akan Tempuh Jalur Hukum”, mengatakan bahwa laporan orisinal wartawan investigasi dari Amerika Serikat itu  dimuat kali pertama di The Intercept, media online berbasis di New York City.

Menurut tirto.id, pihaknya mendapat izin menerjemahkan laporan tersebut atas seizin Allan, yang sedang di Jakarta, sekaligus Vivian Siu, direktur komunikasi The Intercept.

Isi laporan Nairn adalah plot kudeta para perwira, baik pensiunan maupun yang masih aktif, melalui perhelatan Pilkada DKI Jakarta dengan isu anti-Ahok buat menggulingkan Presiden Joko Widodo.

Pada laporan itu Nairn mengutip pernyataan Jenderal (Purn) Kivlan Zen, yang dalam proses pemeriksaan tuduhan makar oleh Kepolisian Republik Indonesia, bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo “setuju” atas gerakan kudeta tersebut.

Sehari sebelumnya, Kamis (20/4), lewat akun Facebook resmi Puspen TNI, Mabes TNI mengecap laporan Nairn dengan stempel “hoax.”

Di hari laporan terjemahan Tirto ditayangkan, akun Twitter resmi TNI Angkatan Udara (@_TNIAU) membawa-bawa akun resmi Puspen TNI (@Puspen_TNI) dan TNI Angkatan Darat (@tni_ad) buat menanggapi laporan Nairn. Begini Kicauannya kepada kedua akun dalam lingkungan militer itu: “Ada yang nuduh Panglima TNI mau makar nih, enaknya diapain yak?”—sambil memasang emoji menjulurkan lidah.

Berikut kutipan lengkap berita tirto.id:

Allan Nairn, yang diwawancarai oleh Tirto, Kamis kemarin, mengatakan respons di media sosial dari lingkungan militer atas laporannya bisa diartikan sebagai “kecemasan” dari pihak yang namanya disebutkan dalam laporan dia. Ia bertanya kepada Tirto, “Apakah tanggapan dari media sosial, dan rilis resmi pendek dari Mabes TNI, bisa dianggap ancaman buat redaksi Tirto?”

Selama wawancara 1,5 jam dengan Allan Nairn, Tirto juga bertanya tentang proses jurnalisme yang dia kerjakan buat laporan terbarunya ini. Nairn berkata ia mengerjakan laporan tersebut selama setahun, mewawancarai “puluhan” narasumber, dan hanya orang-orang yang mau dikutip secara on-the-record yang ia gunakan sebagai sumber laporan, di antaranya Kivlan Zen dan Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Soleman B. Ponto.

Allan berkata, fakta-fakta laporannya diuji oleh tim pengecek fakta dan diperiksa oleh tim legal The Intercept sebelum dirilis. Ia berkata “selalu siap” bila ada gugatan hukum atas laporannya.

Reporter Tirto melakukan konfirmasi kepada Soleman untuk laporan Allan Nairn. Lewat pesan WhatsApp di hari penayangan laporan investigasi Allan (19/4/2017), Soleman berkata bahwa laporan Nairn “sudah rahasia umum”. Saat dihubungi kembali hari ini (21/4/2017), Soleman mengatakan bertemu dengan Allan sekitar bulan Januari dan membicarakan situasi di Jakarta terkait Pilkada.

Tirto juga mengontak nomor telepon Panglima TNI Gatot Nurmantyo tetapi tak ada jawaban dari dia.

Reporter Tirto juga mengontak Munarman, juru bicara Front Pembela Islam dan panglima lapangan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI. Dia enggan dijadikan pemberitaan oleh Nairn. “Propagandis memang (Allan Nairn). Kalau omong semaunya dia,” klaim Munarman.

Sejak Kamis kemarin, Tirto menghubungi Kapuspen TNI Mayor Jenderal Wuryanto, tetapi tak ada jawaban. Siang ini (21/4), berbarengan dengan rilis resmi yang dikeluarkan Mabes TNI, kami mengonfirmasi sekaligus klarifikasi soal laporan Nairn. Kepada kami, Mayjend Wuryanto membantah berita investigasi itu.

Ada beberapa poin klarifikasi Mayjend Wuryanto terhadap laporan Nairn. Pertama, penyebutan nama Jenderal Gatot Nurmantyo dalam berita itu menyangkut institusi TNI. Kedua, ia “akan melakukan upaya hukum” atas pemberitaan itu karena dinilai “tidak sesuai fakta sebenarnya.” Ketiga, Mabes TNI menyesalkan berita sensitif itu dipublikasi tanpa ada bantahan dari Panglima TNI Gatot Nurmantyo maupun Mabes TNI.