Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Soal KPPS Hasil Rapid Tesnya Reaktif, Ini Kata Walikota Bandarlampung

Soal KPPS Hasil Rapid Tesnya Reaktif, Ini Kata Walikota Bandarlampung

132
BERBAGI
Walikota Herman HN menjelaskan ke awak media dua staff-nya terkonfirmasi positif Covid-19, Senin (23/11/2020).
Walikota Herman HN menjelaskan ke awak media dua staff-nya terkonfirmasi positif Covid-19, Senin (23/11/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Wali Kota Bandarlampung Herman HN meminta KPU Bandarlampung dan Bawaslu Bandarlampung tidak memaksakan para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang  hasil rapid tesnya reaktif untuk bertugas pada saat pencoblosan 9 Desember 2020 mendatang.

Selain membahayakan mereka, kata Herman HN, mempekerjakan para anggota KPPS saat mereka dinyatakan reaktif juga bisa membayakan para pemilih.

“Makanya saya minta agar KPPS dan petugas TPS yang memilki hasil reaktif tidak usah dipaksakan bertugas. Kecuali jika rapid tes keduanya nonreaktif. Kalau mereka sakit, maka tidak boleh dipaksakan bekerja,” kata Herman HN, Senin (7/12/2020).

Hal itu dikatakan Herman HN,menanggapiny adanya ratusan anggota KPPS di Bandarlampung yang ternyata hasil rapid tesnya reaktif.

Sebelumnya, dalam rapid tes pertama ada  1.533 anggota KPPS di Bandarlampung yang reaktif. Pada rapid tes kedua, separonya (sekitar 750-an orang) masih reaktif.

Herman HN menyarankan KPU dan Bawaslu segera mencari pengganti KPPS dan PTPS yang reaktif agar pilkada di Kota Bandarlampung berjalan baik serta semua penyelenggara maupun pengawas dan masyarakat sehat semua.

“Bisa saja diganti SK-nya belakangan, yang penting penggantinya itu orang baik, jujur bukan karena faktor saudara,” kata dia.

Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triadi mengatakan anggota KPPS tetap bertugas jika kondisinya sehat.

“Dua hari ini kita sudah minta kepada Dinkes dan Satgas COVID-19 untuk memantau KPPS yang reaktif apabila kondisinya memburuk, dengan terpaksa tidak akan dibolehkan bertugas. Jika sehat, mereka akan bekerja sesuai TPS masing-masing,” kata dia.

Menurutnya, KPU juga meminta kepada Pemkot Bandarlampung agar menyediakan mobil ambulans dan tenaga medis di kantor kelurahan guna mengantisipasi hal yang tidak dinginkan.

“Tenaga medis ini juga diperlukan untuk memberikan pendampingan kepada KPPS yang akan melayani pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah,” katanya.