Beranda Hukum Soal Lahan dan Investasi Politik SGC, Mahasiswa-Pemuda Demo di DPRD Lampung

Soal Lahan dan Investasi Politik SGC, Mahasiswa-Pemuda Demo di DPRD Lampung

2134
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (Simpul) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung, Kamis (12/9/2019). Mereka menyoal tiga hal terkait dugaan kejahatan korporasi yang di lakukan PT Sugar Group Company (SGC).

Ketiga hal itu, kata Ketua Simpul, Rosim Nyerupa, pertama terkait selisih luas lahan 80645 hektare. Berdasarkan data lain PT SGC di wilayah tulang bawang sebesar 124.092 hektare.

“Jadi selisihnya ada 34,367 hektare,” kata Rosim.

Kedua, soal polusi yang ditimbulkan atas pembakaran lahan tebu yang di lakukan PT SGC. Ketiga, SGC melakukan investasi terhadap politik lokal yang ada di Lampung.

Menurut Rosim, secara faktual PT SGC menggunakan politik uang dan menjadi pemodal kandidat Pilkada. Fakta tersebut menurut Rosim diperkuat dengan dibentuknya Pansus Money Politics oleh DPRD Lampung.

“Kami dari Simpul, ingin menyampaikan beberapa kejahatan Korporasi, kami ingin sampaikan dukungan kami kepada KPK terkait kejahatan Korporasi di Lampung, Gubernur Lampung saat ini juga produk SGC” ujar Rosim saat di ruang Ketua DPRD provinsi Lampung, Kamis (12/9).

Sementara, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Mingrum Gumay, didampingi Anggota DPRD Raden Ismail (Demokrat), Fauzan Sibron (Nasdem), Ahmad Fadil Ibrahim (Grindra), mengatakan, pihaknya akan mempelajari lebih lanjut apa yang menjadi aspirasi dari adik-adik mahasiswa yang datang hari ini.

“Pada prinsipnya apa yang jadi aspirasi dari adik-adik mahasiswa akan kami tampung dan akan kami pelajari lebih lanjut baik tentang HGUnya, soal lingkungan hidupnya, pajak air tanah dan alat berat nanti akan kita dengarkan masukan dari fraksi-fraksi dan komisi-komisi terkait,” ujar Mingrum Gumay usai menemui pendemo.

Mingrum mengatakan, DPRD Lampung baru dilantik dua September lalu, saat ini sedang usulan fraksi, komisi, dan pimpinan.

“Apa yang menjadi persoalan akan libatkan sesuai komisinya masing masing, ini boleh jadi komisi gabungan, usai pengesahan usulan fraksi-fraksi dan alat kelengkapan dewan. Minggu depan usulan Fraksi-Fraksi dan komisi ini segera disahkan, begitu juga dengan alat kelengkapan dewan, dan unsur pimpinan DPRD-nya,” kata Mingrum.

Mingrum Gumay mempersilakan pendemo untuk tetap berkordinasi. Mingrum berjanji pihaknya akan mengkaji dan memanggil semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Loading...