Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Soal Mantan Bendahara Dinas PUPR Lampura Jarang ‘Ngantor’, Inspektorat tak Bertaji

Soal Mantan Bendahara Dinas PUPR Lampura Jarang ‘Ngantor’, Inspektorat tak Bertaji

104
BERBAGI
Kantor Pemkab Lampung Utara (Foto: © Teraslampung.com)
Kantor Pemkab Lampung Utara (Foto: © Teraslampung.com)

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–‎Pemeriksaan terhadap mantan bendahara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara (Fria Apris Pratama) yang dilakukan Inspektorat Lampung Utara terkesan hanya formalitas belaka alias tidak bertaji untuk memberikan teguran apa lagi sanksi. Fria hanya diminta membuat pernyataan supaya dapat aktif bekerja seperti biasanya.

BACA: Masih Dipanggil KPK, Alasan Mantan Bendahara Dinas PUPR Lampura Jarang ‘Ngantor’

“Dia (Fria,red) sudah kami periksa. Hasilnya, kami suruh dia buat pernyataan supaya tetap aktif kerja selama proses perpindahannya‎ ke Pringsewu rampung,” kata Inspektorat Pembantu Wilayah (Irbanwil) I Inspektorat Lampung Utara, Patoni, Senin (2/11/2020).

‎Patoni beralasan, pihaknya belum dapat memberikan sanksi kepada Fria karena alasan jarang masuk kerjanya terbilang masuk akal. Pertama, yang bersangkutan masih terus memenuhi pemanggilan KPK. Kedua, Fria sedang mengurus proses perpindahannya ke kabupaten lain.

‎Di samping alasan – alasan itu, ‎pemeriksaan yang dilakukan mereka saat ini masih dalam tahap pembinaan. Sama sekali belum membahas tentang sanksi apa yang harus dijatuhkan.

BACA: Jarang Ngantor, Mantan Bendahara Dinas PUPR Lampura akan Dipanggil Inspektorat

“Sekarang ini masih dibina. Kalau masih seperti itu, baru kami proses,” katanya.‎

Sebelumnya, nama Fria yang pernah menjadi bendahara Dinas PUPR sempat me‎nghiasi pelbagai media massa. Penyebabnya, salah satu saksi dalam kasus dugaan korupsi mantan bupati Agung Ilmu Mangkunegara itu dikabarkan telah lama tidak ngantor. Bahkan, jabatannya pun telah ia tanggalkan dan digantikan oleh seorang pelaksana tugas. Pihak DPUPR beralasan ketidakaktifan Fria di kantor karena masih sibuk mengurus perpindahannya ke Pringsewu.

Di sisi lain, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Lampung Utara menyatakan belum pernah menerima berkas permohonan pindah dari Fria Afris Pratama. ‎Dengan demikian, tidak ada alasan bagi (mantan) Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara‎ untuk tidak masuk kerja.

“Belum pernah ada berkas permohonan dari beliau (Fria,red) yang kami terima,” kata Kepala Bidang ‎Promosi, Mutasi, dan Pengembangan SDM di BKPSDM Lampung Utara, Hendri Dunant‎.