Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Soal Pembangunan Tugu Pengantin, DPRD Lampura Siap Memediasi Warga dengan Pemkab

Soal Pembangunan Tugu Pengantin, DPRD Lampura Siap Memediasi Warga dengan Pemkab

363
BERBAGI
Wakil Ketua DPRD Lampung Utara, Yusrizal, memberikan keterangan kepada wartawan tentang kesiapan lembaganya menjadi mediator antara warga Jalan Pahlawan Kotabumi dengan Pemkab Lampung Utara terkait masalah pembangunan patung pengantin.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–DPRD Lampung Utara ‎ siap memediasi warga Jalan Pahlawan, Kotabumi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk menyelesaikan masalah pembangunan tugu pengantin yang akan dibangun di Jalan Pahlawan.

“Kami menyambut baik aspirasi dari warga ‎Jalan Pahlawan terkait protes pembangunan tugu pengantin. Aspirasi ini akan tindak lanjuti dengan memanggil rekan – rekan eksekutif,” kata Wakil Ketua II, M. Yusrizal yang menjadi koordinator Komisi III DPRD.

Masih menurut politisi Partai Demokrat itu, ‎pemanggilan terhadap instansi terkait yang membawahi pembangunan tugu itu wajib dilakukan supaya kontroversi tugu pengantin yang masih dalam proses pembangunan dapat menemui titik temu.

“Kita semua ingin solusi yang terbaik dalam persoalan agar persoalan ini tak berkepanjangan,” tuturnya.

Di tempat sama, Wakil Ketua Komisi III, Rico Picyono membenarkan akan segera mengagendakan pemanggilan terhadap instansi yang menangani atau berhubungan dengan pembangunan tugu tersebut.

“Secepatnya, akan kami ada‎kan pertemuan dengan Pemkab untuk membahas persoalan ini,” kata dia.

Sebelumnya, perwakilan warga Jalan Pahlawan, Kotabumi, Lampung Utara mengancam akan menjadikan Kotabumi sebagai ‘Kalianda, Lampung Selatan’ kedua ‎jika masih tetap meneruskan pembangunan tugu pengantin di ujung Jalan Pahlawan.

Saat itu, warga Kalianda juga menolak pembangunan tugu Zainal ‎Abidin Pagar Alam yang dibangun di daerah Kalianda. Berbagai aspirasi penolakan ini telah disampaikan namun tak menemui titik temu. Kemarahan massa ‎akhirnya memuncak dan memutuskan untuk merobohkan patung kakek Bupati Rycko Menoza tersebut pada ‎Senin (30/4/2012).

‎”Jika masih tetap diteruskan pembangunan tugu pengantin itu maka jangan salahkan kami jika terjadi ‘Kalianda’ kedua di Lampung Utara,” ancam perwakilan warga Jalan Pahlawan, Zuheri usai rapat bersama Komisi III DPRD, Rabu (8/3/2017).

‎Sejatinya, terus dia lagi, warga tak mempersoalkan pembangunan tugu pengantin itu jika lokasinya dialihkan ke lokasi lain atau tidak berada di ujung Jalan Pahlawan. Untuk itu, ia meminta Pemkab mau mendengarkan aspirasi mereka sehingga dapat meninjau ulang lokasi pembangunan tugu yang dinilai salah lokasi tersebut.

“Kepada Pemkab, kami mohon dengarkanlah aspirasi kami ini karena ‎kami keberatan dengan pembangunan tugu pengantin di Jalan itu,” pintanya.