Beranda Politik Soal Pemecatan Heru dan Barlian Mansyur, Alzier: Saya Ingin Tegakkan Aturan Partai

Soal Pemecatan Heru dan Barlian Mansyur, Alzier: Saya Ingin Tegakkan Aturan Partai

82
BERBAGI
Ketua DPD I Partai Golkar Lampng  Alzier Dianis Thabranie  (tengah) didampingi kader Golkar  Yuria Putra Tubaran dan Ketua DPC Golkar Lampung Selatan  Ririn Kuswantari saat konferensi pers,  usai rapat pleno di Kantor DPD Partai Golkar Lampung, di Bandarlampung,  Minggu (29/3/2015).
Ketua DPD I Partai Golkar Lampng  Alzier Dianis Thabranie  (tengah) didampingi kader Golkar  Yuria Putra Tubaran dan Ketua DPC Golkar Lampung Selatan  Ririn Kuswantari saat konferensi pers,  usai rapat pleno di Kantor DPD Partai Golkar Lampung, di Bandarlampung,  Minggu (29/3/2015).

Teraslampung.com — Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) I Partai Golkar Lampung Alzier Dianis Thabranie mengaskan,  seluruh kader Partai Golkar Lampung di bawah kepemimpinannya tetap solid dan tidak ‘ngeblenyon’. Ia mengakui, kebijakan yang sudah diputuskan DPP tentang pemecatan  Heru Sambodo dan Barlian Mansyur memang sesuai dengan permintaan dirinya kepada DPP Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie.

“Saya hanya meminta waktu sampai satu bulan, Dan ini sudah satu bulan. Jadi, pemberhentian Heru Sambodo dan Barlian Mansyur bukan karena saya berkuasa atau karena ARB atau Agung Laksono.Saya di sini  berbicara tentang aturan partai. Jadi kami  memakai AD/ART Partai,” kata Alzier, Minggu petang (29/3).

Alzier menegaskan, siapa pun yang salah akan dikenai sanksi. “Kalau  memang dia salah, ya udah, sikat aja. Tidak ada masalah. (Nanti)  kita laporkan ke KPU. Kan  Golkar hanya satu. Jadi tidak ada dualisme. Soal lainya,  nanti akan diatur mekanismenya. Yang penting Golkar Lampung tetap solid dan kita tunggu keputusan hukum kita. Aburizal Bakrie kiblat kami,” kata dia.

Menurut Alzier,  hasil pleno tentang pemecatan Heru Sambodo dan Barlian Mansyur yang sudah dilakukan, pihaknya juga akan  ditindaklanjuti dengan mencabut kartu anggota  (KTA) dan megganti posisinya sebagai anggota DPRD (pergantian antar waktu/PAW).

“Ya sudah begini nasibnya juga. Ini kan namanya kita di luar urusan konflik DPP ya. Kalau urusan ARB dan Agung kita nggak  usah ikutlah. Ngapain ruwet-ruwet,” tandasnya.

Ariftama