Beranda News Internasional Soal Pengusiran Imigran, Menlu Retno Marsudi Ingin Ketegasan Jawaban Australia

Soal Pengusiran Imigran, Menlu Retno Marsudi Ingin Ketegasan Jawaban Australia

206
BERBAGI
Menteri :Luar Negeri Indonesia,Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

JAKARTA, Teraslampung.com – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta ketegasan jawaban Australia  terkait  kabar bahwa pemerintah Australia membayar ribuan dolar AS untuk mengusir perahu pencari suaka kembali ke Indonesia.

Permintaan Retno disampaikan menyusul adanya pernyataan Perdana Menteri Australia ,Tony Abbott, yang  menyangkal tuduhan tersebut.

Marsudi mengatakan Indonesia akan “benar-benar prihatin” jika memang benar kapten dan lima awak dari kapal yang membawa pencari suaka masing-masing dibayar sebesar 5.000 dolar AS oleh seorang petugas imigrasi Australia untuk kembali ke perairan Indonesia.

Tuduhan tersebut ditujukan kepada polisi di Pulau Rote, kawasan timur Indonesia.

Kapal yang membawa 65 pencari suaka datang ke daratan Indonesia pada akhir Mei setelah dicegat oleh Angkatan Laut Australia.

Retno mengatakan, dirinya sudah  membahas masalah itu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, di sela-sela konferensi, di Jakarta.

“Saya hanya bertanya kepada dia (Paul), ‘Ini masalah apa, katakan pada saya, ini maksudnya apa?’,” katanya,Sabtu (13/6/2015).

“Dia (Paul) berjanji untuk menyampaikan pertanyaan saya, permintaan keterangan saya, ke Canberra dan ia berjanji untuk kembali (menyampaikan jawabian) ke saya lagi. Kami benar-benar prihatin jika (kejadian pembayaran itu) dikonfirmasi,” lanjut dia.

Sikap Australia yang selama ini anti-imigran–termasuk antipengungsi Rohingya–berpeluang memperburuk kembali hubungan Australia dengan Indonesia. Padahal, Australia baru-baru ini dengan rasa tanpa malu baru saya kembali mengirimkan dubesnya ke Jakarta setelah sempat menarinya sebagai bentuk protes terhadap eksekusi mati terhadap warga negaraya karena terlibat kasus narkotika.

Pihak berwajib Indonesia telah mulai melaksanakan penyelidikan atas dugaan pembayaran kepada awak kapal yang membawa pencari suaka dari Bangladesh, Myanmar dan Srilanka, yang dicegat dalam perjalanan ke Selandia Baru.

Pada Jumat lalu (12/6)  PM Abbott  mengatakan, Australia akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk memerangi penyelundupan manusia. Namun, Abbott berulang kali menolak untuk menyangkal bahwa telah terjadi “pembayaran” oleh petugas imigrasi Australia.

“Dengan cara apa pun, kami akan menghentikan penyelundupan manusia. Kami telah menghentikan penyelundupan dan kami akan melakukan apa yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa hal itu tetap berhenti,” kata Abbott.

Pemerintah Australia telah memulai kebijakan imigrasi yang sulit sejak koalisi konservatif Abbott berkuasa pada September 2013 dan menolak untuk menerima para pencari suaka yang datang ke negara itu dengan perahu.

Kebijakan imigrasi itu termasuk upaya pihak militer Australia untuk mendorong kembali perahu-perahu, yang kebanyakan datang dari Indonesia, dan mengirim para pencari suaka ke penampungan di pulau Pasifik di pelosok Nauru dan Papua Nugini untuk penempatan ulang, meskipun kebijakan tersebut menuai kritik keras dari kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Dewira/dbs

Loading...