Beranda News Nasional Soal Penimbunan Gula, Ini Klarifikasi PT Gunung Madu Plantations

Soal Penimbunan Gula, Ini Klarifikasi PT Gunung Madu Plantations

1132
BERBAGI
Pekerja sedang mengemas gula produksi Gunung Madu Plantations (GMP). Foto: kompas.id
Pekerja sedang mengemas gula produksi Gunung Madu Plantations (GMP). Foto: kompas.id

TERASLAMPUNG.COM — PT Gunung Madu Plantations (GMP) membantah telah melakukan penimbunan gula sehingga terjadi kelangkaan gula di pasar. PT GMP juga mengklarifikasi tentang keterkaitannya denfan PR Sugar Group Companies.

BACA: Soal Penimbunan Gula oleh Perusahaan Besar di Lampung, Ini Kata Mabes Polri

Klarifikasi PT GMP dilakukan terkait pemberitaan di media massa online maupun cetak dalam dua hari terakhir yang menyebutkan ada penimbunan gula di Lampung sehingga gula langka di pasaran.

Penyimpanan stok gula oleh produsen gula di Lampung diungkapkan Kepala Bareskrim Polri Polri Irjen Listyo Sigit, di sela-sela melakukan pantauan di Food Station Tjipinang Jaya, Kompleks Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Menurut Irjen Listyo, dua perusaan gula di Lampung memiliki stok kurang lebih 75 ribu sampai 100 ribu ton. Gula itu ditemukan di gudang mereka oleh Mabes Polri pada 17 Maret 2020.

“PT GMP merupakan perusahaan gula di Lampung Tengah yang tidak punya hubungan hukum dengan Sugar Group Companies (SGC). Dengan kata lain PT GMP bukan anak perusahaan atau bagian dari holding company SGC,” kata Iwan Kurniawan, Kepala Departemen Services PT GMP, dalam rilis yang diterima Teraslampung.com, Kamis (19/3/2020).

Menurut Iwan, produksi PT GMP rata-rata per tahun 200.000 ton dan diproduksi saat musim giling selama 6 bulan, yaitu dari bulan April hingga Oktober.

“Dengan produksi tersebut kami memenuhi kebutuhan selama 12 bulan (April – Maret). Sehingga distribusi gula kami per bulan rata-rata 15.000 hingga 20.000 ton,” kata Iwan.

Iwan mengatakan pada 17 Maret 2020  GMP hanya memiliki gula yang dapat didistribusikan berupa kemasan karung 50 kg sekitar 13.500 ton.

“Sehingga untuk menjaga stabilitas stok gula di pasar PT GMP melakukan pendistribusian gula kepada para distributor sekitar 5.000 ton per minggu. Makanya, stok yang kami miliki hanya mencukupi untuk kebutuhan 2 – 3 minggu ke depan,” kata dia.

Iwan menambahkan, pada 2020 pihaknya erencanakan untuk memulai giling gula kembali pada bulan Mei 2020.

“Waktu mulai giling agak mundur dibanding tahun tahun sebelumnya (biasanya April) karena faktor cuaca , puasa, dan berbagai pertimbangan lainnya,” katanya.

 

Loading...