Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Soal Sertifikat Lahan Eks-Hutan Register 08 Way Rumbia, BPN Lampung Tengah Diminta...

Soal Sertifikat Lahan Eks-Hutan Register 08 Way Rumbia, BPN Lampung Tengah Diminta Transparan

883
BERBAGI

Supriyanto/Teraslampung.com

Ratusan petani Lampung Tengah berdemonstrasi di Kantor BPN Lampung, Maret 2012 lalu. Mereka menduduki kantor BPN selama seminggu lebih untuk minta kejelasan status tanah yang dikuasa PT Sahang. (dok) 

GUNUNGSUGIH- Kuasa Adat Surabaya Ilir Lampung Tengah Ismail.SIP, Gelar Pengeran Sakti Nur Alam minta agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Tengah bersikap transparan terhadap penyelesaian pembuatan sertifikat atas tanah konversi ek- Regisrter 08 Way Rumbia Lampung Tengah. Pasalnya, pengukuran tanah yang telah dilakukan sejak tahun 2001 hingga 2008 lalu tersebut hingga saat ini belum jelas penyelesaiannya. Terutama, terkait dengan uang kerahiman yang harus diterima oleh masyarakat Adat Surabaya Ilir dan uang alih fungsi lahan yang harus diserahkan ke Pemkab Lampung Tengah.

”Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi sudah berapa sertifikat yang diterbitkan. Berapa yang sudah dibagikan kepada masyarakat di beberapa kampung pada empat kecamatan oleh BPN. Ini belum jelas, ada apa, ”tegas Ismail.

Menurut Ismail, masyarakat bisa memiliki tanah konversi eks Register 08 Way Rumbia dengan syarat mereka harus membuat surat kepemilikan tanah berupa sertifikat tanah. Sertifikat tanahdari BPN bisa diterima masyarakat, setelah menyelesaikan kewajibannya membayar uang kerahiman untuk adat dan uang alih fungsi lahan kepada Pemkab Lampung Tengah.

”Tapi kenyataannya sampai kini begaimana perkembangan penyelesaian konversi lahan tersebut belum ada kabat beritanya,”katanya.

Ismail mengaku, pihaknya  sudah beberapa kali menanyakan secara resmi melalui surat dan juga menghadap Bupati, tetap belum menjadapatkan jawaban. Karena Pemkab Lampung Tengah juga belum mendapatkan laporan dari BPN Lampung Tengah, padahal Pemkab Lampung tengah juga telah berulangkali meminta data ke BPN Lampung Tengah.

”Kami sudah berulang kali menanyakan perkembangan pembuatan sertifikat konversi lahan eks Register 08 Way Rumbia, tapi Pemda Lamteng juga tak bisa memberikan jawaban,”katanya.

Lahan konversi eks register 08 Way Rumbia Lampung Tengah bereda di empat kecamatan yakni, Kecamatan Rumbia, Putra Rumbia, Seputih Surabaya dan Kecamatan Bandar Surabaya. Di Kecamatan Rumbia lahan konversi ada di dua Kampung yakni RB 1 dan RB 2. Sedangkan di Kecamatan Putra Rumbia ada empat kampung yakni BK 3, BK 4, BK 5 dan Joharan.

Di Kecamatan Seputih Surabaya kampung yang mendapatkan konveersi adalah kampung Rawa Betik, GB 4, GB 6 dan SK 2. Sedang di Kecamatan Bandar Surabaya terdapat tujuh kampung yang mendapatkan konvesri lahan yakni Kampung Rajawali, GB 5, Surabaya Baru (Umbul Salam), Beringinjaya, Cempaka Putih, dan kampung Sidodadi serta kampung Cabang.

”Kami pertanyakan terhadap sertifikat yang telah dibagikan kepada masyarakat kemana uang kerahiman dan uang alih fungsi lahan, lalu peta lokasi pensertifikatan yang sudah selasai dimana saja, kami kan perlu tahu, karena penyelesaian konversi ini diatur dalam perturan daerah,”katanya.

Sesuai aturan, uang kerahiman yang harus diserahkan kepada adat ditetapkan sebesar Rp30 permeter, sedang uang alih lahan yang harus diserahkan kepada pemkab Lampung Tengah sebesar Rp10 per meter bagi lahan perladangan, lahan pekarangan Rp45 per meter dan lahan industry sebesar Rp75 permeter.

Hutan yang dikonvesri eks register 08 Way Rumbia seluas 26 ribu hektare lebih. Di sekitar hutan konversi juga terdapat kawasan hutan lindung di sempanjang Way Pegadungan.

”Ada indikasi kawasan hutan lindung sekitar 5.000 hektar di sepanjang Way pegadungan yang berbatasan hutan konversi telah di caplok, dengan dibuatkan sertifikat oleh oknum BPN,”ujarnya.

Loading...