Soal Sistem Penunjukan Langsung Terhadap Tiga Proyek Jalan, Ini Kata Dinas PUPR Lampura

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara. Foto: Teraslampung.com/Feaby Handana
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara. Foto: Teraslampung.com/Feaby Handana
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dinas Pekerjaan Umum ‎dan Penataan Ruang Lampung Utara tak menampik akan menggunakan sistem penunjukan langsung terhadap tiga paket proyek mereka yang telah berulang kali gagal mendapatkan pemenang.

“(Untuk ketiga paket proyek yang gagal mendapatkan pemenang meski telah berulang kali dilelang) tak menutup kemungkinan akan menggunakan sistem penunjukan langsung,” terang Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lampung Utara, Yulias Dwiantoro, Selasa (30/8/2022).

Meski begitu, ia mengatakan, langkah itu masih sebatas rencana dan belum menjadi keputusan akhir. Segala kemungkinan masih mereka pelajari agar proyek itu dapat berjalan sesuai rencana. Tentunya harus tetap berpatokan pada aturan yang ada.

“Tapi, kami masih melihat situasinya dulu seperti apa,” kata dia.

Sebelumnya, tiga paket proyek ‎di Dinas PUPR Lampung Utara kembali gagal mendapatkan pemenang meskipun telah tiga kali dilelang. Alhasil, sistem pengadaan untuk ketiga paket tersebut berpotensi dirubah menjadi penunjukan langsung/PL.

“Dari 16 paket yang baru saja dilelang, ada lima yang gagal mendapatkan pemenang. Dari kelima paket itu, tiga di antaranya sudah tiga kali gagal mendapatkan pemenang sehingga berpotensi menggunakan sistem PL,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa Lampung Utara, Agusri Junaidi.

Ketiga paket proyek itu ialah pro‎yek peningkatan Jalan Desa Gedungnyapah-Penagan, Abung Timur Rp400-an juta, Jalan Desa Gedungnegara Rp800-an juta, Jalan Sukoharjo-Simpangpurbasakti Rp650-an juta. Total nilai ketiga proyek tersebut mencapai sekitar Rp1,8 miliar.

“Ketiga paket proyek itu sudah tiga kali dilelang, tapi masih gagal mendapatkan pemenang,” katanya.

Adapun alasan ketiga proyek tersebut gagal mendapatkan pemenang dikarenakan seluruh peserta yang mengikuti proses lelang tidak ada yang memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai pemenang lelang. Penggunaan sistem PL untuk ketiga proyek itu pun dibenarkan secara aturan.

“Karena sudah tiga kali dilelang ulang maka sistem PL dapat digunakan. Sama sekali tidak ada aturan yang dilanggar jika memang sistem ini akan digunakan,” katanya.