Beranda Politik Soal Tantangan Gatot Nurmantyo Nobar G30SPKI, Ini Kata Prabowo

Soal Tantangan Gatot Nurmantyo Nobar G30SPKI, Ini Kata Prabowo

209
BERBAGI
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri ulang tahun mantan Panglima TNI, Djoko Santoso, di rumah Djoko, Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, 8 September 2018. Tempo / Friski Riana
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri ulang tahun mantan Panglima TNI, Djoko Santoso, di rumah Djoko, Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, 8 September 2018. Tempo / Friski Riana

TERASLAMPUNG.COM — Calon presiden Prabowo Subianto tak mau berkomentar banyak soal tantangan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo terhadap TNI untuk memutar film Penumpasan Pengkhianatan G30SPKI. Prabowo mengatakan bukan masalah bila TNI menerima tantangannya.

Baca: Gatot Nurmantyo Tantang KSAD Instruksikan Pemutaran Film G30S/PKI

“Saya kira enggak masalah ya,” kata Prabowo kepada Tempo saat ditemui seusai acara di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 September 2018. Mantan Danjen Kopassus itu menilai, itu akan menjadi hal yang baik bila TNI menerima tantangan tersebut.

“Yang mau nonton ya boleh, bagus,” Prabowo menambahkan. Namun Prabowo enggan memberikan tanggapan saat ditanya seputar pemutaran sinema bernuansa Partai Komunis itu.

Sebelumnya, Gatot menantang TNI, secara khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono, untuk menginstruksikan pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G30SPKI besutan Arifin C Noer dan menghelat nonton bareng. Gatot mengatakan kegiatan itu pernah dilakukannya saat menjabat panglima.

Tantangan Gatot ini disampaikannya melalui Twitter resminya pada Jumat, 20 September. Gatot menilai, KSAD penakut bila tak memutarnya. Ia lantas mempertanyakan kemampuan KSAD memimpin prajurit. “Kok KSAD-nya penakut, ya sudah pantas lepas pangkat.”

Gatot juga menyuruh KSAD untuk pulang kampung saja bila tak berani mengadakan nobar. Ia menjelaskan, memang, tak ada hukuman berat seperti hukuman matinyang harus ditanggung bila kegiatan itu dilaksanakan. Paling-paling, kata dia, hanya dicopot jabatan.

Pada akhir cuitannya, Gatot Nurmantyo menyampaikan keyakinannya bahwa KSAD bukan seorang penakut. “Tapi saya yakin KSAD dan Panglima TNI bukan tipe penakut. Kita lihat saja pelaksanaannya.”

Tempo.co

Loading...