Beranda News Nasional Soal Viral Taruna Akmil Keturunan Prancis Terkait HTI, Ini Kata Kapuspen TNI

Soal Viral Taruna Akmil Keturunan Prancis Terkait HTI, Ini Kata Kapuspen TNI

2636
BERBAGI
Enzo Zenz Allie, taruna Akmil keturunan Prancis (Foto: Situs TNI AD)
Enzo Zenz Allie, taruna Akmil keturunan Prancis (Foto: Situs TNI AD)

TERASLAMPUNG.COM — Nama Enzo Zenz Allie, taruna Akademi Militer (Akmil), tiba-tiba terkenal karena fotonya menjadi viral di medsos. Ia dituding terkait dengam organisasi terlarang HTI.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi mengaku tidak betul-betul yakin foto tersebut adalah Enzo. Namun, dia tidak menutup kemungkinan lainnya.

“Itu foto Enzo? Kok yakin gitu? Kan kalo saya buat foto mirip, bisa saja saya sebut itu Enzo. Jangan cepat-cepat gitu lah. Masih banyak kemungkinan masalahnya, bukan berarti tidak,” kata Sisriadi, Rabu (7/8/2019), dikutip dari detik.com.

Terkait viral foto tersebut, warganet banyak menyampaikan kekhawatiran TNI akan disusupi pihak pro-radikal. Sisriadi menanggapi fenomena netizen ini sebagai bentuk cinta masyarakat kepada TNI.

Namun, Sisriadi menegaskan proses penjaringan di TNI dilakukan secara terus-menerus. Penjaringan tidak hanya dilakukan kepada taruna yang masih mengikuti akademi. Sisriadi mengatakan penjaringan dilakukan terus ketika seseorang sudah menjadi TNI aktif.

“Namun demikian, sistem penjaringan kita, salah satu di antaranya dan itu sangat penting adalah penelusuran mental ideologi, itu salah satu materi seleksi TNI. Itu sangat ketat,” ujarnya.

Sisriadi mengatakan penelusuran dilakukan termasuk pada lingkungan seorang taruna. Dia penelusuran terhadap seorang taruna dilakukan termasuk kepada lingkungan keluarga, tamu yang berkunjung ke rumah hingga afiliasi kegiatan taruna tersebut.

Dia mengatakan penelusuran ini dilakukan terhadap semua taruna. Bagi taruna yang ketahuan menganut paham radikal, maka TNI akan langsung mencoret.

“Jadi sasaran kita bukan Enzo atau siapa. Tapi sasaran kita adalah mencegah orang radikal, orang antipancasilais. Radikal kiri, radikal kanan, dan radikal lainnya. Radikal kiri itu komunisme-leninisme, jangan dikira tidak ada itu. Itu akan ketahuan di penelusuran MI (mental ideologi). Kemudian radikal kanan yang ingin mendirikan khilafah juga akan ketahuan di penelusuran jika berbohong. Kalau ketahuan langsung dicoret,” ujar dia.

TNI Bergerak Telusuri Isu Viral Taruna Akmil Enzo Allie terkait HTIFoto: Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi. (Dok Mabes TNI)

Selain foto Enzo, di medsos juga beredar screenshot postingan ibu Enzo dalam akun Hadiati Basjuni Allie. Dari screenshot yang tersebar, netizen menilai ibu Enzo juga pro-HTI. Selain itu, beberapa postingan ibu Enzo juga dianggap berisi fitnah terhadap pemerintah.

Sisriadi mengatakan TNI juga ikut melakukan penelurusan digital lewat alat yang dipunya. Dia mengatakan jika ditemukan hal yang mengindikasikan seorang taruna memiliki paham radikal, maka TNI akan langsung mencoret.

“Dalam penilaian kita ada MS, memenuhi syarat. TMS, tidak memenuhi syarat. Kalau dia TMS dari hasil pendalaman selama 4 tahun, dia akan dicoret. Intinya kita tidak ingin kecolongan lah. Ada sistemnya. Contohnya, teman saya sudah tingkat 3, ada yang dipecat karena radikal kiri. Keluarganya begini-begini. Nggak ada ba-bi-bu, nggak pake pengadilan, langsung copot,” tuturnya.

“Tujuan utamanya, TNI tak mau kemasukan prajurit atau pemimpin yang anti-Pancasilais. Tidak Pancasilais itu radikal kanan, radikal kiri, radikal lainnya contohnya ultra liberalis. Itu juga kita cegah masuk TNI,” sambung Sisriadi.

Kepala Sekolah Ponpes Al Bayan, Deden Ramdhani, membantah blasteran Prancis itu anggota HTI. Deden mengatakan pesantren yang diasuhnya juga bercorak ahlussunnah wal jamaah (aswaja) serta menyatakan setia kepada NKRI.

“Sebagai lembaga tentu pemahaman kami ahlussunnah wal jamaah dan NKRI harga mati,” kata Deden Ramdhani saat ditemui wartawan di Anyer, Serang, Banten, Rabu (7/8/2019).

Deden menilai santrinya tidak mungkin masuk Akmil jika punya keterkaitan dengan HTI. Sebab seleksi di TNI begitu ketat.

“Enzo sudah jelas Pancasilais dan cinta NKRI,” ujarnya.

Sementara itu, dalam video lain yang juga tersebar di medsos tampak Enzo dan kawan-kawan sedang mengikuti latihan di Akmil. Dalam  video itu Enzo diwawancarai Panglima TNI dalam bahasa Prancis.

Selain fasih berbahasa Prancis, pemuda berdarah Prancis dan Sumarera Utara itu juga fasih berbahasa Jerman, Indonesia, Inggris, dan salah satu bahasa Asia lainnya.

Di video itu juga ada penjelasan dari Komandan Akademi TNI, Laksda Aan Kurnia.

Menurut Aan Kurnia, Enzo adalah WNI berdarah campuran Prancis (ayah) dan Sumatera Utara (Ibu). Setelah ayahnya meninggal, kata Aan, Enzo dibawa ibunya ke Indonesia.Kemudian Enzo dimasukkan ke pesantrean.

“Ngajinya saja saya mungkin kalah sama dia,” kata Aan.

Loading...