Beranda News Lingkungan Sobat Mustafa dan Petala Gelar Seminar Kepemimpinan dan Penerapannya di Alam

Sobat Mustafa dan Petala Gelar Seminar Kepemimpinan dan Penerapannya di Alam

140
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Sobat Mustafa bekerja sama dengan Petualang Alam Lampung (Petala) menggelar seminar bertajuk di Alam” di Rumah Sobat Mustafa di Jalur 2 Unila, Bandarlampung, Sabtu (6/5/2017).

Seminar Umum dengan tema “Kepemimpinan dan Penerapannya di Alam” sukses dilaksanakan oleh Sobat Mustafa kerjasama dengan Petala (Petualang Alam) Lampung itu menghadirkan narasumber Hendrawan (Direktur WALHI Lampung) Wahrul Fauzi Silalahi (praktisi hukum Lampung), Supriyanto (Direktur ICRM).

Hendrawan mengatakan pecinta alam janganlah tabu dengan politik. Menurut Hendrawan politik merupakan bagian penting dari perumusan kebijakan, utamanya di bagian lingkungan.

“Pecinta Alam harus bisa mengawal dan penyelaras kebijakan lingkungan,” kata Hendrawan.

Meski begitu, kata Hendrawan, WALHI Lampung berdiri secara Independen dan tidak terikat sama sekali terkait golongan politik manapun.

“Sebagai seorang manusia yang mempunyai hak dan keinginan memperjuangkan lingkungan dan kepentingan masyarakat, maka kita sah sah saja berpolitik secara individu untuk merumuskan,mengawal dan menegakkan kebijakan lingkungan, utamanya pembelajaran politik yang bersih dan prolingkungan serta rakyat,” katanya.

Wahrul Fauzi Silalahi mengatakan pecinta alam harus mampu membekali dirinya untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan dan penerapannya di alam untuk menjaga, merumuskan dan memperjuangkan hak-hak lingkungan.

“Pecinta alam harus cerdas mengambil sikap baik secara pribadi sebagai komunitas pecinta alam maupun secara bersama dengan lembaga hukum untuk memperjuangkan lingkungan yang lestari,” kata mantan Direktur LBH Bandarlampung itu.
Sementara itu, Supriyanto mengatakan dalam rangka menjaga eksistensi kode etik pecinta alam, maka tanggalkanlah sikap merasa paling besar di antara pecinta alam lainya.

“Sebab, pada kenyataannya kita adalah sama untuk sesama komunitas yang berbasis pecinta alam,” katanya.

Supriyanto juga bersepakat dengan teman-teman pecinta alam untuk sama-sama menjaga kode etik tersebut dan menjadikan pecinta alam sebgai bagian dari solusi dan aspirasi masyarakat dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup.

Para narasumber sepakat bahwa masyatakat harus satu menjaga dan merawat alam, memperbaiki sikap dan jiwa Kepemimpinan serta sebagai bagian dari aspirasi masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan.

Loading...