Beranda Ruwa Jurai Tulangbawang Solar Langka, Polsek Rawajitu Digeruduk Ibu-Ibu Petambak

Solar Langka, Polsek Rawajitu Digeruduk Ibu-Ibu Petambak

286
BERBAGI
Demo ibu-ibu petambak di Polsek Rawajitu, Kabupaten Tulangbawang, Senin siang,10 Desember 2018.
Demo ibu-ibu petambak di Polsek Rawajitu, Kabupaten Tulangbawang, Senin siang,10 Desember 2018.

TERASLAMPUNG.COM — Ratusan keluarga petambak yang didominasi oleh ibu – ibu petambak yang tergabung dalam Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) beramai-ramai mendatangi kantor Polsek Rawajitu, Senin siang (10/12/2018). Mereka berunjuk rasa untukk mengklarifikasi serta meminta solusi terkait permasalah kelangkaan bahan bakar yang terjadi karena adanya razia yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.

Ezra Dewi, salah satu peserta aksi, mengatakan solar adalah kebutuhan yang amat vital bagi masyarakat di Bumi Dipasena.

Menurutnya, terhentinya pasokan solar karena dirazianya para pemasok berpengaruh sangat besar terhadap ketersediaan solar bagi masyarakat.

“Aliran listrik dari PLN tidak ada,sehingga listrik kami harus pakai disel. SPBU juga tidak ada. Solar kami beli eceran dari pemasok, kalau sekarang di razia solusi nya apa?” ujar Ezra.

Menurut Ezra harga solar di areal pertambakan Bumi Dipasena saat ini telah mencapai harga Rp6.500 – Rp8.000 per liter. Harga tersebut berfluktuasi walau tidak ada informasi kenaikan harga BBM secara formal.

Para petambak mengaku kini tengah mengalami kondisi sulit dalam usaha budidaya udang. Selain harga pakan yang mahal dan murahnya harga jual udang, ada juga serangan penyakit WSSV.

Sulitnya ribuan petambak untuk mendapatkan solar membuat para petambak kian sengsara,

Kelangkaan solar yang terjadi di real pertambakan udang Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang ini disinyalir kaena terhentinya pasokan  solar eceran yang masuk ke kecamatan tersebut. Hal itu terjadi karena para pemasok tertangkap razia yang dilakukan Polsek Rawajitu Selatan dan Polres Tulangbawang.

Ari

 

Loading...