Beranda News Nasional Solidaritas Penderitaan Muslim Uyghur, Puluhan Ormas Islam akan Demo di Kedubes China

Solidaritas Penderitaan Muslim Uyghur, Puluhan Ormas Islam akan Demo di Kedubes China

399
BERBAGI
Muslim Uyghur (Foto: BBC via Al Jazeera)

TERASLAMPUNG.COM — Sebanyak 48 ormas Islam akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kedutaan Besar China di  Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat pekan (27/12/2019) pekan depan.  Aksi bertajuk Aksi Nasional Selamatkan Muslim Uyghur ni digelar sebagai ungkapan solidaritas terhadap penderitaan muslim Uyghur di China sekaligus mendesak pemerintah China menghentikan pelanggaran HAM yang menimpa Muslim Uighur di wilayah Xinjiang, China.

“Dengan adanya pelanggaran HAM seperti itu, maka sudah seharusnya PBB untuk turun langsung,” kata Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Shabri Lubis, Sabtu (21/12/2019).

Shabri mperlakukan pemerintah China terhadap muslim Uyghur sudah keterlaluan karena telah merampas hak-hak asasi mereka semisal beribadah.

“Perampasan hak-hak asasi manusia umat Islan Uighur di wilayah otonomi khusus Xinjiang sudah sangat keterlaluan. Lewat Undang Undang Deekstremifikasi, serta dalih melawan radikalisme, hak asasi manusia saudara muslim Uighur dicabik dan dirampas hak beribadah, hak ekonominya, hak sosialnya, hak politiknya sampai hak budayanya,” katanya.

Shabri mengaku, berdasarkan informasi yang ia dapat, muslin Uyghur dilarang memiliki dan membaca kitab suci mereka, yakni Alquran. Serta dipaksa wajib mengikuti kamp reedukasi yang sesungguhnya adalah penahanan semena-mena tanpa proses hukum yang adil sesuai standar internasional.

“Ketika lelaki saudara Uighur mendekam dalam kamp tersebut, di saat yang sama mereka yang ditinggalkan, yang bila menolak akan dituduh sebagai ekstrimis radikal dan dijebloskan ke dalam kamp reedukasi,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat (20/12/2019), ratusan demonstran dari berbagai organisasi masyarakat berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar China di Jakarta. Mereka menuntut pemerintah China untuk menghentikan persekusi terhadap kelompok Muslim Uighur.

Aksi ini diikuti oleh anggota-anggota organisasi massa, seperti Persaudaraan Alumni (PA) 212, GNPF MUI, HMI dan FPI.

Banyak dari mereka mengusung bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid dalam bahasa Arab serta poster berisi dukungan kepada kelompok Uyghur.

Loading...