Beranda Teras Berita Sopir dan Kernet Angkot Bekerja Sama Merampas Tas Jaksa

Sopir dan Kernet Angkot Bekerja Sama Merampas Tas Jaksa

234
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Para tersangka penjambretan penumpang angkot jurusan Tanjungkarang-Telukbetung saat diperiksa di Mapolresta Bandarlampung, Senin, 25 Agustus 2014. Angkot yang dipakai sopir dan kernet untuk melancarkan aksinya kini disita polisi. (Teraslampung.com/Zaenal Asikin).

BANDAR LAMPUNG – Sopir dan kernet angkutan kota (angkot) mestinya melindungi penumpangnya dari tindak kejahatan. Namun, yang dilakukan Nawawi (34) dan Samsuri alias Ncam(24) justru turut bekerja sama dengan penjambret untuk merampas tas penumpang angkot dibawanya.

Kisahnya berawal pada Selasa lalu (19/8), ketika Nawawi (sopir) dan Samsuri (kernet) membawa angkot jurusan Telukbetung—Tanjungkarang untuk mencari penumpang. Gandol turut serta dengan berpura-pura menjadi penumpang.

Saat angkot berjalan di Jalan Radin Intan tepatnya depan Sogo, seorang perempuan bernama Anita menghentikan angkot yang dikemudikan Nawawi. Anita lalu dijadikan target. Di tempat sepi di Jalan Diponegoro, saat penumpang lain sudah tidak ada, Gandol, Nawawi, dan Samsuri pun melancarkan aksinya.

Mereka langsung merampas tas merek Gucci dan menodongkan senjata tajam ke arah Anita,  seorang jaksa, warga Kelurahan Gulak-Galik, Telukbetung Utara, Bandarlampung.

“Rudi alias Gandol saat merampas tas milik korban Anita di dalam angkot menusukkan  pisau dua kali kedada kanan Anita. Untungnya, pisau yang dihujamkan tersangka Gandol ke tubuh korban tertahan oleh kartu tanda pengenal Anita. Korban mengalami luka ringan di dada sebelah kanan. Kalau tidak tertahan dengan kartu pengenal itu, korban bisa mengalami luka yang cukup parah,” kata  Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, Senin (25/8).

Korban saat itu juga langsung sontak berteriak sembari mengejar tersangka Gandol yang membawa kabur tas miliknya. Warga sekitar yang mendengar teriakan korban lansung mengejar tersangka. Gandol melarikan diri. Sementara Nawawi dan Samsuri kabur dengan angkotnya.

Anggota polisi yang sedang berpatroli dan melintas di dekat lokasi kejadian langsung mengejar Gando. Gandol pun berhasil ditangkap di Gereja Simpang Raya setelah kakinya tertembus peluru polisi

“Gandol berhasil ditangkap petugas setelah dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kanannya.Tersangka berusaha kabur, setelah beberapa kali diberi tembakan peringatan oleh petugas. Petugas membawa tersangka Gandol bersama barangbukti sebilah pisau, satu buah tas wanita merk Gucci, dan sebuah HP ke  Mapolresta untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Dery.

Berdasarkan pengakuan Gandol, petugas kemudian mengejar Nawawi dan Samsuria.Keduanya ditangkap polisi saat sedang menunggu penumpang di terminal Ramayana, Tanjungkarang Pusat. Mobil angkot yang digunakan mereka melakukan aksi kejahatan kemudian disita polisi.

Dery  mengaku pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. Diduga kuat ketiganya merupakan anggota sindikat pencopetan dan penjambretan di dalam angkot  di Bandarlampung.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Loading...