Beranda News Obituari Sosiolog Arief Budiman Wafat

Sosiolog Arief Budiman Wafat

407
BERBAGI
Arief Budiman (dok)

TERASLAMPUNG.COM — Sosiolog dan ahli sastra  Arief Budiman meninggal dunia di Salatiga, Jawa Tengah, Kamis, 23 April 2020.

Kabar duka ini disampaikan oleh Akademisi dan Sosiolog Ariel Heryanto. “Selamat jalan, kawan lama dan rekan sejawat, Arief Budiman, Terima kasih atas apa yang telah engkau sumbangkan ke Indonesia,” kata Ariel lewat akun Twitternya pada Kamis, 23 April 2020.

Arief merupakan aktivis angkatan 1966. Ia adalah kakak kandung aktivis Soe Hok Gie. Ia menderita alzheimer atau parkinson sejak sepuluhan tahun terakhir.

Ia juga sempat mengajar sebagai Guru Besar di Universitas Melbourne, Australia. Arief juga banyak terlibat dalam bidang budaya di Indonesia. Ia termasuk penandatangan Manifesto Kebudayaan.

Di dunia sastra Indonesia, Arief Budiman juga termasuk sosok yang disegani. Kritik sastra Ganzheit adalah salah satu sumbangan Arief Budiman bagi dunia sastra Indonesia. Pemikiran Arief Budiman tentang kritik Ganzheit di muat dalam sebuah esai berjudul “Metode Ganzheit dalam Kritik Seni” yang dimuat majalah Horison No.4 Th.III, April 1968.

Peneliti Human Rights Watch Andreas Harsono mengatakan pria yang memiliki nama asli Soe Hok Djin meninggal di rumah sakit dekat Salatiga, Jawa Tengah.

“Arief cendekiawan publik, dulu mengajar di Univ Kristen Satya Wacana dan UnivMelbourne,” kata Andreas lewat akun Twitternya.

Sosok bernama asli Soe Hok Djin itu terkenal idealis dan kritis terhadap penguasa, termasuk di zaman Orde Lama maupun Orde Baru.

Pada 2006, misalnya, Arief Budiman didaulat menerima Bakrie Award tetapi ia menolak. Di malam penganugerahan, Arief Budiman menyampaikan langsung bahwa ia merasa penghargaan tersebut penghinaan bagi dirinya selaku orang “kiri” yang acapkali mengkritik pembangunan ala kaum liberal.

Tempo

Loading...