Beranda News Bandarlampung SPRI: Banyak Warga Bandarlampung Tidak Dapatkan Bantuan Pangan Non-Tunai

SPRI: Banyak Warga Bandarlampung Tidak Dapatkan Bantuan Pangan Non-Tunai

171
BERBAGI
Santoso Adi (tengah) pada acara Dialog publik Peran Serta Rakyat Dalam Penyusunan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin dan Masyarakat Tidak Mampu di aupa PKBI Lampung,Kamis (11/10/2018).
Santoso Adi (tengah) di acara Dialog publik Peran Serta Rakyat Dalam Penyusunan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin dan Masyarakat Tidak Mampu

Dandy Ibrahim| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Ketua Ketua DPW Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Lampung, Badri, mensinyalir masih banyak warga Kota Bandarlampung yang tidak mendapatkan bantuan pangan non-tunai (BPNT).

“Kota Bandarlampung penduduknya 1 juta  lebih. Masyarakat yang mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hanya 49.711 orang. Itu tidak sesuai dengan fakta. Faktnya, masih banyak menemukan warga miskin di Bandarlampung yang belum mendapat BPNT,” kata Badri pada acara Dialog publik Peran Serta Rakyat Dalam Penyusunan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin dan Masyarakat Tidak Mampu,  di Aula PKBI,Bandarlampung,  Kamis 11/10).

Badri mengungkapkan, para relawannya yang selama inii turun ke pelosok-pelosok desa menemukan warga yang belum mampu dan tidak mendapatkan bantuan non-tunai.

“Sebab itu, kami mempertanyakan cara pemerintah mendata rakyat miskin di Bandarlampung,” kata dia.

Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Pemkot Bandarlampung, Santoso Adi, mengatakan pihaknya hanya sebagai pengguna data yang diterima dari Kementrian Sosial dan jumlah warga yang mendapat BPNT hanya 49.711 orang.

“Kami (Dinsos) hanya sebagai pengguna data, yang memberikan data tersebut Kemensos berdasarkan survey BPS,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, setelah data diterima dari kemenkos pihaknya langsung menurunkan relawan Tenaga Kerja Sukarelawan Kecamatan (TKSK) untuk melakukan verifikasi.

“Setelah data kami dapat, kemudian kami panggil relawan kami TKSK Untuk melakukan verifikasi data apakah orangnya masih ada atau sudah pindah, hanya itu saja tugas kami,” kata Santoso Adi.

 

Loading...