Beranda Ekbis Bisnis Stasiun Kereta Api Tanjungkarang Mulai Dipadati Penumpang

Stasiun Kereta Api Tanjungkarang Mulai Dipadati Penumpang

709
BERBAGI
Para pemudik Idul Fitri 2014 di Stasiun Tanjungkarang Bandarlampung, Sabtu, 26 Juli 2014. (Teraslampung.com/Zaenal Asikin)
Para pemudik Idul Fitri 2014 di Stasiun Tanjungkarang Bandarlampung, Sabtu, 26 Juli 2014. (Teraslampung.com/Zaenal Asikin)
Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG  – Sejak H-4, H-3 hingga memasuki H-2, Idul Fitri 1 Syawal 1435 Hijriyah, tahun 2014, Stasiun Kereta Api Tanjungkarang, Bandarlampung mulai di padati penumpang lokal maupun penumpang mudik lebaran di luar wilayah Lampung, Sabtu (26/7/2014).Manajer Humas PT KAI (Persero) Sub-Divisi Regional (Sub Divre) III.2 Tanjungkarang, Muhaimin,  mengatakan mulai H-4, H-3, dan memasuki H-2 Idul Fitri, arus penumpang di Stasiun PT Kereta Api Persero Tanjungkarang berlangsung lancar.

Pada H-3 jumlah penumpang kereta api meningkat secara signifikan hingga 100 persen, sehingga pihak PT KAI harus menambah gerbong dari 4 menjadi 5 gerbong. Jumlah tempat duduk ditambah dari 250 tempat duduk menjadi 378 tempat duduk dengan jumlah total penumpang sebanyak sebanyak 628 penumpang khusus mudik Lebaran dengan tujuan Tanjungkarang-Batu Raja, Prabumulih, Kertapati.

“Penumpang lokal tujuan Tanjungkarang-Kotabumi, juga meningkat secara signifikan hingga 100 persen. Tapi pada H-3 jumlah penumpang mudik Lebaran justru mengalami penurunan, dan pihaknya terpaksa mengurangi gerbong dari 5 menjadi 4 gerbong kereta api eksekutif, dan dari 3 menjadi 2 gerbong kereta api bisnis (pormasi 4-2) dan hanya menambah 50 tempat duduk,” kata Muhaimin kepada wartawan, Sabtu (26/7).

Menurut Muhaimin, sebagai antisipasi terjadinya peningkatkan mudik Lebaran pada H-2 dan H-1, pihaknya telah mempersiapkan kembali pormasi 5 hingga 3 gerbong.

Terpisah, Kepala Stasiun Kereta Api Tanjungkarang, Sudiro, mengungkapkan karena keterbatasan tempat duduk yang ada, maka pihaknya telah  menjual tiket  untuk penumpang berdiri.
“Kebijakan ini sebagai antisipasi keterlambatan penumpang untuk sampai ke tujuan. Juga agar penumpang tidak kembali dengan kecewa karena telah kehabisan tiket yang bertempat duduk,” kata Sudiro.
Tiket berdiri dibatasi penjualannya. Setengah dari jumlah penumpang yang bertempat duduk sebanyak 256 dibagi dua atau sebanyak 128 tiket berdiri.
“Penambahan penumpang berdiri tidak melebihi kapasitas muatan penumpang kereta api. Sebab, jika lebih muatan, fasilitas  AC dan Genset di dalam kereta api bisa tidak berfungsi. Penjualannya pun sudah melalui konfirmasi dulu dengan calon
penumpangnya, “ungkap Sudiro.
Loading...