Beranda Politik Status “Mak Jelas”, Puluhan Perawat Honorer RSUAM Mengadu ke Fraksi PKS

Status “Mak Jelas”, Puluhan Perawat Honorer RSUAM Mengadu ke Fraksi PKS

214
BERBAGI
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Lampung, Akhmadi Sumaryanto

Mas Alina/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Puluhan perawat honorer dari RSUAM “menyambangi Fraksi  Partai Keadlan Sejahtera (PKS) DPRD Lampung untuk mengadu tentang kepastian status kepegawaian di rumah sakit pemerintah tersebut yang masih belum diangkat menjadi PNS. Pasalnya, mereka bekerja sejak   tahun 2005.

“Ya, Kami baru saja menerima sekitar 26  perawat yang menamakan dirinya Forum Perduli Perawat RSUAM Honorer. Mereka mengadu tentang kepastian status kepegawaian mereka yang masih honorer dan kurang disejahterakan.  Padahal perawat-perawat tersebut bekerja   sejak tahun  2005 dengan masa kerja ada di bulan Februari, Maret dan Juli,” kata Akhmadi Sumaryanto, Sekretaris Partai PKS, di ruang kerjanya, Rabu (7/10).

Menurut mantan aktivis lingkungan hidup itu, dengan adanya masalah tersebut  pihaknya akan melaporkan ke komisi V yang membidangi kasus tersebut.

“Kami akan sampaikan  masalah ini ke gubernur  karena SK mereka  kan dari gubernur Lampung
Selama ini mereka  dikontrak setiap tahun dan diperpanjang tidak pernah terputus. Sayang sekali mereka kalau perawat-perawat  tersebut tidak diangkat, karena mereka lebih menguasai dari segi kemampuan  dan profesionalismenya  cukup bagus. SSecara formal kami akan sampaikan hal ini ke komisi terkait , yakni Komisi V,”katanya.

Menurut  Akhmadi,  pihak RSUAM juga  sudah memperjuangkan perawat perawat itu dengan mengirimkan surat ke BKD . Pihak rumah sakit juga  senang dan  diuntungkan bila mereka diangkat menjadi PNS.

“Awalnya  ada 28 orang perawat yang belum diangkat. Lalu  satu tes dan  masuk PNS , sedangkan  satu mengundurkan diri karena tidak tahan. Upah merekapun terbilang kecil. Upah dengan standar honorer dan tambahan honor untuk melakukan  penindakan yang kecil .Ke depan akan ada program  pembuatan peraturan daerah atau  Propemperda terkait revisi Perda retribusi pelayanan rumah sakit,” ujarnya.