Hukum  

Status Tidak Jelas, Puluhan Pekerja PT NTF Mengadu ke LBH Bandarlampung

Para pekerja PT NTF Mengadukan nasibnya ke LBH Bandarlampung, Rabu (21/2/2018).
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Puluhan pekerja PT Nusantara Tropical Farm (NTF) didampingi Tim 12 mengadukan nasibnya ke LBH Bandarlampung, Rabu, 21 Februari 2018. Mereka mengaku mewakili sekitar 2.000 pekerja lainnya.

Di LBH Bandarlampung, mereka diterima Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi dan Kepala Divisi Ekosob Candra Bangkit Saputra.

“Mereka mengadukan masalah  upah lembur yang tidak pernah diberikan oleh perusahaan danstatus pekerjaan yang tidak jelas. Selama ini mereka tidak di daftarkan BPJS tenaga kerja. Kalau ada pekerja yang diberhentikan,itu hanya dilakukan  melalui media whatsap,” kata Alian Setiadi.

Menyikapi laporan dari para buruh ini, Alian mengaku LBH Bandarlampung pada prinsipnya menerimanya.

“Sebab ini memang perkara struktural,yakni para buruh mempertanyakan haknya.Meeka harus dibayangi pemecatan oleh perusahan. Ini jelas timpang ketika buruh yang memperjuangkan haknya harus di intimidasi,” katanya.

Kepala Divisi Ekosob LBH Bandarlampung Chandra Bangkit Saputra menegaskan pihaknya akan melakukan langkah-langkah advokasi dan yang pertama yaitu soal verifikasi data.

“Hal ini sangat penting karena LBH Bandar Lampung melihat perkara ini bukan hanya persoalan gaji yang tidak di berikan tetapi ini sudah masuk dalam pelanggaran HAM,” katanya.

Menurut Chandra, para pengadu menyerahkan beberapa dokumen. Antara lain dokumen pemanggilan para buruh.

“Tetapi perusahan yang memanggil yaitu PT Great Giant Pineapple (GGP), sedangkan para buruh bekerja di PT NTF.
Kami berharap persoalan yang menyangkut ribuan buruh ini semua pihak dapat membantu secara aktif,  terutama Pemkab Lampung Timur dan instansi terkait,” kata Chandra.