Beranda News Pusiban Stok Daging untuk Ramadan dan Idul Fitri 1439 H di Lampung Lebih...

Stok Daging untuk Ramadan dan Idul Fitri 1439 H di Lampung Lebih dari Cukup

192
BERBAGI
Feedloadter Sapi Milik PT GGL di Terbanggi Besar,Lampung Tengah. Deengan  konsep zero waste, tidak ada limbah yang tidak terpakai di kompleks peternakan sekaligus perkebunan ini. (Foto: Oyos Saroso H.N.)
Feedloadter Sapi Milik PT GGL di Terbanggi Besar,Lampung Tengah. Deengan  konsep zero waste, tidak ada limbah yang tidak terpakai di kompleks peternakan sekaligus perkebunan ini. (Foto: Oyos Saroso H.N.)

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah Provinsi Lampung mempersiapkan stok daging sapi untuk Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Stok tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung.

“Lampung adalah lumbungnya daging. Kita akan memprioritaskan ketersediaan dan keterjangkauan daging sapi di Provinsi Lampung, karena hal ini sudah menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan segala macam bentuk pangan, khususnya daging sapi,”kata Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, dalam rapat persiapan  Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, di Ruang Rapat Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Senin (23/4/2018).

Rapat juga membahas optimalisasi Badan Karantina Pertanian (BKP) Kementerian Pertanian Kelas I Bandar Lampung di
Bakauheni untuk pemasukan daging ke Provinsi Lamupung.

Menurut Taufik, Pemprov Lampung terus berupaya dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga produk peternakan.

“Saat ini, Provinsi Lampung memiliki stok daging sapi lebih dari cukup untuk menghadapi hal tersebut. Kami akan memprioritaskan ketersediaan dan keterjangkauan daging sapi untuk masyarakat Lampung terlebih dahulu. Baru selanjutnya akan memasok ke daerah lain. Tentunya daging sapi yang disediakan merupakan daging yang aman, sehat, utuh dan halal,” kata Taufik.

Taufik mengatakan, Pemprov Lampung telah sepakat untuk menolak import daging kerbau dari India. Kita telah sepakat untuk menolak daging impor kerbau.

“Hal ini dilakukan karena kita sudah swasembada daging sapi. Selain itu, masuknya daging kerbau ke beberapa Provinsi di Indonesia telah mengacaukan pasar daging di beberapa daerah tersebut,” katanya.

Terkait pengoptimalani BKP, menurut Taufik,  Pemprov Lampung akan melakukan koordinasi bersama lembaga terkait.

“Pengoptimalan ini juga akan menjaga dan memproteksi keberlanjutan para pengusaha daging ternak yang ada di Provinsi Lampung, “ujarnya.

Sementara itu, Kadis Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung Dessy Romas, mengatakan  stok daging sapi di Provinsi Lampung sangat cukup untuk menghadapi HKBN Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H.

“Bahkan stok tersebut mampu memasok daerah Jabodetabek dan Sumatera.  Dalam menghadapi HKBN tersebut, kita akan memprioritaskan ketersediaan dan keterjangkauan harga daging sapi bagi masyarakat Lampung. Selain daging sapi, Lampung juga memiliki stok yang lebih dari cukup untuk ayam dan telur,” kata Dessy.

Menurutnya,kondisi ini perlu dukungan dari pihak terkait dan feedloter di Lampung.

Hal serupa disampaikan Tampan selaku pelaku usaha peternakan di Bandar Lampung.

Menurutnya, ketersediaan daging sapi di Lampung lebih dari cukup, bahkan harga dalam keadaan stabil.

“Untuk menghadapi gejolak harga yang muncul, tentu tata niaga harus dijaga,” katanya.

Soal  harga, menurut Tampan, bergantung dari bagian yang dibeli seperti dagingnya saja sekitar 110 ribu/Kg dan untuk daging yang masih ada lemaknya sekitar 80 ribu/Kg.

Selain para pejabat teras Pemprov Lampung, rapat tersebut, juga diladiri perwakilan dari perusahaan penggemukan sapi di Lampung. Antara lain wakil dari  PT GGLC, PT Santori, dan PT Austrasia Stockfeed.