Stok Vaksin Covid-19 di Bandarlampung Sangat Terbatas, Warga Kecewa

  • Bagikan
Pegawai di Pemkot Bandarlampung menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama, beberapa waktu lalu.
Pegawai di Pemkot Bandarlampung menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama, beberapa waktu lalu.

TERASLAMPUNG.COM — Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Kota Bandarlampung masih terus berjalan. Sayangnya, ketersediaan vaksin Covid-19 yang minim berdampak warga yang akan melakukan vaksinasi di puskesmas-puskesmas harus kecewa.

BACA: Termasuk Bandarlampung, 15 Kota Luar Jawa-Bali Wajib Berlakukan PPKM Darurat

Yang dialami Ismail, warga Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Telukbetung Utara, misalnya. Ketika ia datang ke puskesmas hendak melakukan vaksinasi, ternyata vaksin Covid-19 sudah habis. Terpaksa ia pulang. Padahal, ia datang ke puskesmas dengan harapan bisa divaksin seperti yang diumumkan Pemkot Bandarlampung.

“Saya mau vaksinasi dosis pertama, tetapi kata petugas puskesmas tidak tersedia. Katanya yang ada vaksin untuk dosis kedua,” katanya kepada teraslampung.com , Senin, 12 Juli 2021.

Hal serupa diungkapkan Rusdi (50), warga Kelurahan Gulak-Galik, Telukbetung Utara. “Kalau tahu bahwa stok vaksin di puskesmas terbatas, saya enggak mau datang ke puskesmas untuk vaksin. Lagian ngapain Pemkot nyuruh warga melakukan vaksin kalau stok vaksinnya terbatas. Berapa stoknya juga tidak dijelaskan,” kata Rusdi.

BACA JUGA:   Cegah Penularan Corona, AJI Minta Pemprov Lampung Hindari Jumpa Pers

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli mengaku ketersedian vaksin  Covid-19 di Bandarlampung memang sangat terbatas. Menurutnya,  dalam tempo dua atau tiga hari langsung habis.

Edwin tidak membeberkan berapa jatah vaksin Covid-19 untuk tiap puskesmas.

“Vaksin kita ngepas-ngepas aja lah, hari ini (12/7) baru datang 4.000 vaksin yang rencananya akan digunakan 1.000 untuk umum dan 3.000 bagi anak sekolah usia 12 tahun ke atas,” jelasnya.

Edwin mengatakan, meskipun dengan stok vaksin terbatas tetapi program vaksinasi bagi masyarakat tetap berjalan. Syaratnya, warga cukup membawa KTP saja dan datang ke puskesmas-puskesmas terdekat.

“Warga yang akan divaksin silahkan datang ke puskesmas cukup bawa KTP Bandarlampung saja tapi dengan catatan kalau vaksinnya tersedia,” kata Edwin Rusli.

Edwin Rusli menjelaskan vaksinasi di Kota Bandarlampung capaiannya baru 40 persen dari target 700 ribuan lebih orang yang menerima vaksin Covid-19.

“Sampai hari ini orang yang sudah divaksin menurut data kami baru 300 ribuan lebih atau baru 40 persen,” jelas Kadis Kesehatan.
Kota Bandarlampung yang termasuk kota di luar Pulau Jawa-Bali yang harus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 12 hingga 20 Juli 2021. Salah satu sebabnya adalah karena capaian vaksinasi Covid-19 masih di bawah 50 persen.

BACA JUGA:   Gafatar di Lampung: Mereka Syok karena Orang Tercintanya Menghilang (1)

Indikator lain sebuah wilayah harus menerapkan PPKM darurat adalah asesmen kesehatan ada pada level empat, bed occupancy ratio (BOR) atau rasio keterisian tempat tidur di  rumah sakit di atas 65 persen, kasus aktif yang meningkat signifikan dalam seminggu terakhir.

Dengan stok vaksin yang sangat terbatas dan perrsentasi warga yang divaksin belum mencapai 50 persen, maka jika setelah 20 Juli pemerintah memperpanjang PPKM Darurat, Kota Bandarlampung berpeluang besar kembali harus menerapkan PPKM Darurat.

Data di Satgas Covid-19 nasional, hingga 8 Juli 2021 lalu persentasi warga Bandarlampung yang sudah divaksin baru mencapai 21 persen.

Dandy Ibrahim

.com/t/e/teraslampung.com.1193498.js" async>
  • Bagikan